Mohammad Jumhur Hidayat dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Jumhur dikenal konsisten dan sangat kritis terhadap rezim Jokowi dan sempat dipenjara selama setahun oleh rezim Jokowi.
Oleh: Sutoyo Abadi
KEMPALAN: Resafel kabinet tanggal 27/4/2026 itu adalah istilah yang terlanjur masuk di media sosial, menjadi topik umum yang dikenal masyarakat luas.
Sebagian pengamat yang agak risau dengan peristiwa itu memberikan opininya bahwa “ada hal menarik terjadi hari ini di Istana saat pelantikan 6 (enam) orang pejabat, 1 (orang) sebagai menteri, 1 (orang) Wakil Menteri dan 1 (orang) sebagai penasehat khusus, Presiden lainnya sebagai Kepala Badan setara menteri”.
Berikut daftar pejabat Menteri, Wakil Menteri dan pejabat setingkat menteri yang dilantik Presiden Prabowo Subianto itu:
1. Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup;
2. Hanif Faisol menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan;
3. Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf Kepresidenan;
4. Muhammad Qodari menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah;
5. Hasan Nasbi menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi;
6. Abdul Kadir Karding menjadi Kepala Badan Karantina Indonesia.
Dalam rekam jejak politiknya munculah opini, yang menandai 4 orang adalah politisi pro Joko Widodo:
Empat (4) orang indikasi kuat Jokower tulen, yaitu Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrachman (Kepala KSP), M. Qodari (Kepala BKP), dan Hasan Nasbi (Penasehat Khusus Presiden) dan Abdul Kadir Karding.
Mohammad Jumhur Hidayat dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Jumhur dikenal konsisten dan sangat kritis terhadap rezim Jokowi dan sempat dipenjara selama setahun oleh rezim Jokowi.
Ada 2 (dua) hal menarik dari kejadian tersebut:
1. Bahwa Presiden sepertinya memberikan kepercayaan penuh kepada Jokower untuk mengendalikan komunikasi dan pengelolaan pemerintahan Prabowo, mulai dari Seskab, KSP, dan Komunikasi Pemerintah. Artinya pada wajah pemerintahan Prabowo adalah wajah Jokowi.
2. Pelantikan Mohammad Jumhur Hidayat terpantau diundangnya Rocky Gerung dan Syahganda Nainggolan ke Istana apakah ini simbol bahwa Prabowo mulai mangakomodir oposisi anti Jokowi dalam pemerintahannya atau hanya sekedar “pemanis” dari kebijakan menyerahkan pengelolaan sehari-hari pemerintahan Prabowo ke Jokower.
Kritik masyarakat luas yang selama ini dianggap sebagai trouble Kabinet Merah Putih, dianggap mengganggu kerja Presiden adalah karena adanya 4 (empat) orang Jokower 24 karat (Seskab, KSP, BKP, dan penasehat khusus) dipercaya oleh Presiden untuk mengelola informasi sehari-hari rezim Prabowo, maka publik layak menduga bahwa rezim Prabowo adalah rezim Jokowi tiga priode.
Opini tersebut bisa saja bernuansa subjektif tapi itulah sebagian opini yang sudah muncul setelah pelantikan 6 (enam) pejabat, karena harapan masyarakat Presiden Prabowo akan membersihkan para pembantunya yang pro Jokowi bisa berpotensi selalu menelikung kebijakan Presiden, justru yang terjadi Kabinet Merah Putih nuansanya semakin memperkuat Kabinet Pro Jokowi (Jokowi Tiga Periode).
*) Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi