Selasa, 28 April 2026, pukul : 19:01 WIB
Surabaya
--°C

Pesan Waisak: Dalam Cinta Kasih Semua Bersaudara

MOJOKERTO-KEMPALAN: Perayaan Waisak 2566BE/2022 dengan tema “Dalam Cinta Kasih Semua Bersaudara di Mahavihara Majapahit Trowulan” berlangsung gayeng. Yang Arya Bhiksu Viriyanadi, Mahathera mendapatkan ucapan selamat waisak dari para tokoh lintas agama serta tokoh masyarakat setempat antara lain Gus Imam Maliki ketua Gus Durian Mojokerto, romo Purwanto Jaya tokoh Spiritual Kejawen Mojokerto dan rombongan purwosuro majapahit 25 orang, romo Gik Condro tokoh masyarakat setempat.

Pesan Waisak dari bhiksu Viriyanadi Mahathera kepada para umat Buddha agar hidup rukun, toleransi dan saling membantu dalam menghadapi pandemi ini tanpa memandang perbedaan suku, agama dan ras. ”Marilah umat Buddha membantu masyarakat korban bencana dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan secara tulus dari hati nurani,” jelasnya.

“Nuansa kebersamaan di waisak ini kita saling bersilaturahim ini semoga menjadi teladan nilai toleransi bagi masyarakat Indonesia yang berbhinneka,” ujar Gus Imam Maliki, ketua Gusdurian Mojokerto.

“Kesan waisak dalam cinta kasih semua bersaudara sangat luar biasa untuk perdamaian umat manusia sedunia khususnya Nusantara semoga memperoleh kejayaan. Wabah pandemi yang terjadi di dunia ini memberikan kepahitan bagi umat manusia merupakan kehendak Tuhan, sebagai manusia sebaiknya dan memohon pengampunan kepada sang pencipta,” harap romo Gik Condro.

“Amal perbuatan baik merupakan yang utama nasihat positif bhante yang luar biasa. Amal kebajikan kita yang dinilai sang pencipta dalam kehidupan ini,” kata romo Purwanto Jaya, tokoh spiritual kejawen Mojokerto. “Semoga kehidupan pahit akibat pandemi ini banyak buruh di PHK, banyak tempat usaha gulung tikar, masyarakat berjualan sepi pembeli mengakibatkan kepahitan ekonomi ini segera berlalu,” doa beberapa warga trowulan yang berjualan di sekitar vihara.

Mahavihara Majapahit Trowulan Mojokerto dibangun pada 1987 diprakarsai oleh Bhiksu Viriyanadi Mahathera dan diresmikan 31/12/1989 oleh Soelarso gubernur Jawa Timur. Pada awalnya vihara ini untuk tempat ibadah umat Buddha Mojokerto.

Saat ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Mojokerto meraih peringkat ketiga menjadi desa wisata terpopuler dari kemenparekraf 2021.

Vihara ini terkenal dengan rupang Buddha Parinibbana atau Buddha Tidur raksasa terbesar di Asia Tenggara dengan panjang 22 meter, lebar 6 meter, tinggi 4,5 meter sebagai objek wisata kebanggaan Indonesia. (sun)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.