PEMILU: presiden masih dua tahun lagi, tapi hawa panas sudah menyengat mulai sekarang. Kubu-kubu sudah terbentuk dan konsolidasi semakin kuat dan mengerucut. Garis demarkasi sudah dipasang untuk memisah antara kawan dan lawan. Meminjam ungkapan George Bush, ‘’Either you are with us or aginst us’’, kamu ada di pihak saya atau menjadi musuh saya.
Tidak ada yang boleh mengangkang, satu kaki di sini dan kaki lainnya di sana. Dua kaki harus tegas dan jelas ada di dalam satu garis, dalam satu barisan. Siapa yang satu kakinya kelihatan menyentuh garis demarkasi lawan pasti akan segera dicurigai, dikucilkan, dan dituduh sebagai pengkhianat.
Penceramah Haikal Hassan, atau lebih dikenal sebagai Babe Haikal, dipecat dari kepengurusan PA 212 (Persatuan Alumni 212). PA 212 adalah kumpulan aktivis yang pada 2017 menjadi motor dalam gerakan politik massa untuk memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama karena tuduhan penistaan agama. Setelah sukses menggulingkan Basuki, kelompok PA 212 menjadi salah satu pressure group konservatif yang paling aktif merespons berbagai isu politik dan keagamaan.
Haikal dikenal sebagai salah satu komponen penting dalam gerakan 212 yang ketika itu dimotori oleh Habib Rizieq Shihab. Kepiawaian Haikal dalam beretorika menjadikannya didapuk sebagai juru bicara PA 212. Dengan kemampuan orasinya yang baik Haikal mampu meladeni perdebatan dengan siapa saja yang berseberangan dengan pandangan PA 212.
BACA JUGA: Hajatan
Ketika pada Februari yang lalu muncul pengumuman bahwa Haikal diberhentikan dari kepengurusan PA 212 banyak kalangan terkejut. Tidak ada alasan yang dikemukakan oleh pengurus PA 212 kecuali alasan normatif, yaitu Haikal ingin istirahat dari kepengurusan.
Berbagai spekulasi bermunculan menjadi isu dan desas-desus. Posisi Haikal sebagai juru bicara sangatlah strategis, tapi tiba-tiba saja tanpa ada hujan dan angin namanya dicoret dari organisasi. Tidak ada pernyataan resmi dari mana pun. Spekulasi menjadi semakin panas ketika Haikal mengunggah konten di media sosial mengenai pengkhianatan.
Agak aneh kalau kemudian Haikal yang berbicara mengenai pengkhianatan, karena isu yang berkembang justru dia yang dituduh berkhianat. Setidaknya, begitu yang diungkapkan oleh Habib Bahar bin Smith (HBS) yang mengatakan bahwa Haikal berkhianat. HBS bahkan menyamakan Haikal dengan Prabowo Subianto yang oleh HBS disebut sebagai pengkhianat karena menyeberang ke kubu Jokowi.
Ungkapan HBS ini bisa menjadi indikasi bahwa Haikal dianggap telah berkhianat dari garis perjuangan PA 212. Isu yang berkembang menyebutkan Haikal dianggap telah ‘’menyebong’’ dan menyeberang ke kubu sebelah. Kasusnya disebut-sebut sama dengan Yusuf Mansur yang dikabarkan tersandera masalah hukum sehingga terpaksa ‘’menyebong’’.
Haikal justru berbicara panjang lebar mengenai pengkhianatan. Ia menceritakan latar belakang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang diwarnai oleh berbagai pengkhianatan. Para pengkhianat menjual informasi kepada penjajah Belanda untuk mendapatkan imbalan materi. Perjuangan gerilya yang dilakukan Jenderal Sudirman pun diwarnai dengan pengkhianatan ketika posisi persembunyian Jenderal Sudirman dibocorkan kepada Belanda oleh orang dalam.
Jenderal Sudirman sudah terkepung oleh tentara Belanda. Tetapi, cerita berbau mistis yang berkembang menyebutkan bahwa ketika sudah terkepung Belanda Jenderal Sudirman melakukan zikir dengan khusyuk sehingga pasukan Belanda tidak bisa mendeteksi keberadaannya. Singkat cerita Jenderal Sudirman lolos dari penyergapan dan pengkhianatan.
Tamsil itu dipakai oleh Haikal untuk mengilustrasikan peristiwa kontemporer sekarang ini. Menurut Haikal sekarang banyak yang berkhianat demi perut sehingga tega mengorbankan ulama yang kemudin tertangkap dan dipenjara. Tidak jelas siapa yang disebut oleh Haikal sebagai pengkhianat ulama. Di sisi lain HBS dengan jelas dan tegas menyebut Haikal sebagai pengkhianat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi