Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 18:57 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (30)

”Iya,” kataku, tapi tiba-tiba aku mencemaskan Inayah. Cemas dan rindu. Beberapa waktu lalu dia bercerita ingin membuka semacam layanan rumah aman bagi pekerja perempuan yang bermasalah. Dia punya kegiatan di luar pesantren, yaitu pengajian rutin untuk beberapa kelompok pekerja wanita di dormitory. Ia bergantian dengan beberapa ustad dan ustadzah di Alhidayah.

”Kita ke pesantren dulu, Do,” kataku.

Saya menelepon Inayah. Jawabannya menambah kecemasan saya. Ia tak mengangkat telepon dan membalas dengan SMS, saya sedang menuju ke Bluebeach. Nanti saya ceritakan. Tak bisa bicara sekarang. Lagi sama beberapa polwan.

BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (25)

Saya menelepon Ustad Samsu. Saya langsung bertanya soal Inayah.

BACA JUGA  Topeng Narsistik Makin Lihai Seiring Usia

”Ada tiga orang perempuan datang minta perlindungan ke pesantren. Mereka sepertinya bingung tak tahu mau sembunyi di mana. Ada temannya di dormitory yang kenal sama Inayah. Mereka mengaku lari dari hotel Bluebeach di Penangsa. Kondisinya mengenaskan. Mereka mengaku disiksa. Mereka tak tahan dan berusaha kabur,” kata Ustad Samsu.

”Inayah ke sana mau apa, Ustaz?” tanyaku.

”Kata tiga orang itu ada puluhan temannya yang juga berusaha kabur. Tapi berhasil ditangkap lagi. Tiga orang itu masih di sini,” kata Ustad Samsu.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.