Saya semakin cemas. Saya minta Edo putar arah lagi ke Penangsa. Saya teringat Widi Woman Workers Cares. Saya menelepon dia. Widi sudah tahu dan sedang menuju ke Bluebeach juga. Edo menyarankan saya menelepon temannya di sana. Ia berikan nomor telepon anggota Terpedo. Beberapa kali panggilan tak diangkat, meski pun tersambung.
”Ada nomor lain, Do?” tanyaku. Edo mengingat-ingat. Sementara itu saya teringat Nenia. Kenapa tak terpikir dari tadi. Saya langsung menelepon dia. Teleponnya tak aktif. Edo memberikan nomor lain. ”Itu anggota Terpedo juga,” katanya.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (24)
Telepon diangkat. Saya minta Edo bicara. ”Ronald, ini aku Edo. Ya, Edo. Ada apa di sana?”
Saya mendengar orang berteriak-teriak. Ada yang menjerit histeris. ”Edo, ada kerusuhan! Kerusuhan, Edo. Ada tembak-tembakan!”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi