Jaksa terus membacakan dakwaan. Orang yang mengikuti kasus ini bisa menyimpulkan bagaimana rekayasa sebelumnya diatur. Dakwaan yang dibacakan, persis seperti berkas yang saya terima dari Pak Rinto dan Pak Restu Suryono, membongkar semua cerita rekayasa itu. Sulit memang dipercaya. Sesadis itukah seorang suami pada istrinya?
Apalagi aksi keluarga Putri membuat semua orang bertanya, apa benar Pintor sekejam itu? Kenapa keluarga Putri membela Pintor habis-habisan? Kenapa tak marah pada Pintor kalau memang dia pelakunya? Tapi sulit juga untuk tak percaya pada fakta-fakta penyelidikan yang dipaparkan dalam dakwaan.
Saya teringat ucapan Pak Rinto bahwa tugas pengacara bukan membuat hakim yakin bahwa kliennya tak bersalah. Tapi membuat hakim ragu bahwa kliennya bersalah. Vonis tak boleh diputuskan dengan keraguan, harus harus memutuskan vonis dengan bukti yang sah dan meyakinkan. Seluruh drama di ruang sidang itu saya kira hanya untuk itu: membuat hakim ragu-ragu. Atau ini juga bagian dari skenario rekayasa itu, karena hakim sudah dipesan untuk membuat vonis sesuai maunya terdakwa?
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (28)
Pertanyaan besarnya adalah kenapa Pintor membunuh Putri? Selain motif kemarahan, keterusikan harga diri seorang lelaki, seorang suami yang selama manut dan dicocok hidung oleh istri, sampai batas yang tak lagi bisa ditoleransi? Atau atau lapisan lain yang lebih tebal yang tak akan terkelupas oleh proses hukum di persidangan ini?
Saya dengan lekas menghubungkan fakta-fakta yang ada, informasi yang terkumpul. Meski sebatas ini saya hanya bisa menduga-duga. Sebagian informasinya disampaikan oleh Pak Rinto dalam pertemuan kami terakhir di rumahnya, juga dari pengacara Restu.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi