Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 18:55 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (30)

Mengingat-ingat percakapan itu, melihat hubungan kejadian-kejadian itu, lalu mengaitkannya juga dengan eskalasi politik menjelang pilwako, saya tiba-tiba disergap perasaan tak nyaman. Ada yang tidak beres. Peringatan Pak Rinto agar kami menurunkan tensi pemberitaan mungkin terkait dengan ini: akan ada kerusuhan besar. Untuk menutupi hal-hal besar yang ingin dihapuskan jejaknya.

Saya lekas keluar ruang sidang PN menemui Sapril. Ia cemas. ”Gawat, kacau ini, Bang,” katanya. ”Itu pendukung Awang dan Runi. Dari tadi tambah banyak.” Ia menunjuk ke arah kelompok massa di satu sudut, ke arah orang-orang yang memakai kaus seragam. Mereka mengikat kepala dengan kain kuning. Sapril menunjuk kelompok lain. Sama banyaknya. Dengan kaus seragam lain dan kain selendang merah sebagai identitas penanda.

BACA JUGA  Kekerasan Finansial pada Korban Pasangan NPD

BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (26)

”Abang balik kantor aja, Bang. Tak aman di sini,” kata Sapril.

”Kalian lekas kembali ke kantor kalau sudah tak ada lagi yang perlu diikuti di sini. Kamu terutama, Pril. Foto selamatkan dulu, pastikan kita sudah dapat foto yang bagus,” kataku.

”Bawa aja laptop saya, Bang. Tadi foto-foto Sebagian sudah saya pindahkan ke laptop. Buat jaga-jaga, yang di kamera belum saya hapus juga,” kata Sapril sambil keluarkan laptop dari ranselnya. Saya mengajak Edo meninggalkan PN.

”Ke kantor, Bang?”

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.