”Kapolresta yang sekarang itu orang yang ambisius. Kasus mobil bodong untuk mabes yang kalian bongkar itu upeti dia untuk dapat promosi. Putri yang bantu dia. Ada hubungan khusus antara keduanya. Pintor sudah lama mengendusnya, tapi tak bisa dan tak mau dia melawan atasannya. Karena itu juga terkait karirnya. Sampai dia tak tahan lagi, dua kemarahan itu menggunung, jebol, lalu ia lampiaskan pada Putri,” kata Pak Rinto.
”Sudah terjadi mutasi besar-besaran di Polresta, kenapa Kapolresta tak diganti?”
”Itu bagian dari negosiasinya. Ada yang mau dia bereskan dulu sebelum diganti. Tak lama lagilah,” kata Pak Rinto.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (27)
”Kaitan dengan kasino ilegal di Penangsa itu, Pak?”
”Bagian dari pengumpulan dana untuk promosi itu juga. Kayaknya dia mengincar jabatan penting. Perlu dana besar sekali,” kata Pak Rinto.
”Kenapa harus Putri ya, Pak?”
”Selain ada hubungan itu, Putri memang punya kemampuan untuk itu dan dia mau melakukan itu. Dia punya dealer besar di Palembang. Artinya sudah tahu betul bisnis mobil. Juga bisnis mengelola tempat hiburan yang dibaliknya kasino ilegal itu. Kamu harus ingat juga, ayahnya orang penting di mabes. Masih punya pengaruh besar,” katanya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi