Sementara wartawan harus taat pada kaidah dan etika jurnalisme. Itulah yang menjaga wartawan, yang membuat hasil kerja dan pekerjaannya menjadi berharga. Bukan berarti kita tak berdaya, tapi justru informasi yang kita dapatkan menjadi berharga karena keterbatasan itu.
Dalam konteks ini pula saya memahami hubungan Pak Rinto dengan siapa pun yang membayar dan membeli informasi darinya. Saya sekilas membuka-buka BAP itu. Sebagai wartawan saya seperti menemukan harta karun.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (22)
”Itu sudah jadi milikmu. Milik mediamu. Gunakan sebatas tak melanggar aturan apa-apa. Dan jaga kepercayaan saya. Saya cuma minta, turunkan sedikit tensi pemberitaanmu. Sementara, kalau bisa, jangan menambah ketegangan, ya,” kata Pak Rinto.
Kenapa tiba-tiba saya merasa Pak Rinto seperti sedang mengasihani saya, dan saya tak suka dengan itu. Atau dia memang benar-benar peduli sama saya, sama Inayah anak sahabatnya? Apakah dengan cara ini dia ”membeli” saya? Ke mana dia hendak mengarahkan saya? (Hasan Aspahani-Bersambung)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi