”Kamu ingat Habibie pernah bilang mau bangun pelabuhan bongkar muat peti kemas yang lebih besar daripada negeri seberang itu? Secara kemampuan teknis dan dana apa yang tak bisa? Tak pernah rencana itu terwujud? Tidak. Karena kalau itu terjadi, berhenti berdetak jantung ekonomi di negeri seberang itu. Nah, saya sepertinya bekerja dengan mereka yang mengatur upaya penggagalan rencana itu. Apa pun mereka lakukan. Yang saya lakukan hanya memberi informasi dan pendapat, pandangan saya. Tak ada rahasia yang saya jual ke mereka, saya bukan mata-mata. Saya bukan intel,” kata Pak Rinto.
”Jadi persisnya apa pekerjaan Bapak?” tanya saya. Orang di kota ini mengenal dia sebagai komisaris dan pemilik perusahaan jasa, seperti penyedia tenaga sekuriti dan sewa kendaraan juga jasa sopirnya untuk pabrik-pabrik di kawasan industri Watukuning.
BACA JUGA: Siapa Membunuh Putri (24)
”Saya ini berusaha dengan cara-cara tak langsung menjaga Borgam aman. Kenapa saya bantu masjid, gereja, pesantren, sekolah, usaha-usaha kecil? Karena kota ini akan aman, kalau orang sini sejahtera, fisik dan jiwanya. Azhari pernah bikin penelitian. Apa yang diinginkan warga kota ini? Nomor satu itu rasa aman. Kedua kerukunan. Kesejahteraan ekonomi malah nomor tiga. Itu hasil penelitiannya, lho. Saya memang tak jadi polisi lagi, tapi saya tetap berurusan dengan rasa aman orang-orang, dengan skala yang lebih besar, dengan sumber daya yang lebih besar.” papar Pak Rinto.
”Bapak kerja sendiri ya, Pak?”
”Seperti yang kamu lihat,” katanya. ”Tentu saja saya tak melakukan sendiri. Kamu juga bantu saya kan? Dur, tahu kan kenapa aku cerita terbuka begini ke kamu? Cuma satu, saya percaya sama kamu, sejak semula saya lihat kamu orang yang bisa saya percaya. Apalagi ketika tahu kamu akan jadi menantunya Azhari. Dia itu tak pernah mau berutang pada orang. Padahal kami itu kurang dekat apa, dulu pertama dia pernah tinggal bareng saya. Ada anaknya di sini, calon istrimu itu, ia juga tidak cerita,” katanya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi