Jika ada calon pembeli yang terpancing karena sangat tertarik mobilnya, lalu transfer DP, penjualnya kabur online. Mematikan akunnya. Kelak, ia akan membuat akun baru dengan identitas (palsu) baru, login lagi. Atau ia tidak pernah login lagi.
Kedua, memasang harga mobil terlalu rendah dibandingkan harga pasaran. Dengan begitu menarik minat calon pembeli. Begitu pembeli-penjual berhubungan via telepon, di situlah penjual minta DP, sebelum calon pembeli melihat barangnya.
BACA JUGA: Beginilah Mobilman Temukan Jual dan Cari Mobil Bekas
“Mobilman menggunakan perangkat AFS, memantau deskripsi semua iklan. Begitu ada dua tanda penipuan tersebut, akun penjual langsung otomatis diblokir oleh system,” kata Danang.
Perangkat AFS diberi input data tentang harga pasaran mobil, terkait merek, model, dan tahun pembuatan mobil. Diinput data, harga pasaran terendah. Jika ada pengiklan memasang harga di bawah plafon terendah itu, maka dianggap fraud. Iklan otomatis tertolak system.
Tetapi, ada juga pengiklan pasang di bawah harga pasaran, dan bukan penipu. Untuk jenis ini, dilakukan manual. Caranya, pengiklan yang sudah tertolak oleh system, menelepon customer service Mobilman.
Kemudian customer service melakukan verifikasi, sesuai Standard Operating Procedure. Jika hasilnya, penjual dinilai bukan penipu, baru-lah iklan tayang di Mobilman. Biasanya mobil ini sangat cepat laku. Dan, aman.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi