Menu

Mode Gelap

kempalansport · 8 Jan 2022 23:38 WIB ·

Sigit Ari Widodo dan Jalan Mengikuti Jejak “Ibarsjah”


					Sigit Ari Widodo saat mendampingi pemainnya di Surabaya Bhayangkara Samator berlatih. (Foto: Istimewa) Perbesar

Sigit Ari Widodo saat mendampingi pemainnya di Surabaya Bhayangkara Samator berlatih. (Foto: Istimewa)

BOGOR-KEMPALAN: Hu Xinyu, Li Qiujiang, dan Ibarsjah Djanu Tjahjono. Tiga nama itulah yang selalu menghiasi kursi pelatih Surabaya Samator (atau kini bernama Surabaya Bhayangkara Samator) dalam ajang Proliga.

Ketiga pelatih itu pun sudah pernah sukses mempersembahkan gelar juara bagi Samator di dalam ajang Proliga. Mr Hu (sapaan akrab Hu Xinyu) yang mempersembahkan gelar juara Proliga pada edisi 2004 dan 2007.

Lalu, sepeninggal Mr Hu, datanglah pelatih berkewarganegaraan Tiongkok lainnya ke klub yang berkandang di Bambe, Driyorejo, Gresik, tersebut, Li Qiujiang. Mr Li (sapaan akrab Li Qiujiang) membawa Samator menjuarai Proliga 2009.

Sedangkan Ibarsjah yang berada di balik empat gelar juara Proliga terakhir Samator. Yaitu mulai edisi 2014, 2016, 2018, dan 2019. Sayangnya, tak ada gelar kelima dari Ibarsjah untuk Samator. Tahun ini, perannya digantikan asisten yang sudah sedekade mendampinginya dalam staf pelatih Samator, Sigit Ari Widodo.

’’Saya baru ditunjuk pimpinan Samator menjadi head coach dalam Proliga 2022 tiga bulan yang lalu,’’ ungkap Sigit. Mengalahkan Palembang Bank SumselBabel 3-1 (26-28, 25-19, 25-22, 25-22) dalam laga pertamanya sebagai pelatih di Proliga (7/1) jadi bukti awalnya.

Bukan hanya menggantikan peran Ibarsjah. Sigit juga ditantang untuk meneruskan sukses klub di tangan Ibarsjah dalam ajang Proliga. Pengalamannya mendampingi Ibarsjah yang telah memberi banyak masukan kepadanya.

’’Mas Ibarsjah pelatih hebat dan berpengalaman. Dan, setiap pelatih punya cara pandang berbeda satu sama lain dalam mengelola sebuah tim. Demikian pula antara saya dan mas Ibarsjah,’’ beber Sigit.

’’Saya banyak belajar darinya, baik dari sisi ketenangannya dan juga taktik strateginya,’’ ungkap Sigit yang pernah jadi kekuatan Samator dalam awal dekade 2000-an itu. Bukan cuma dari sosok Ibarsjah dia menimba ilmu kepelatihan.

Dia pun mengaku banyak belajar dari beberapa pelatih voli hebat lainnya di Indonesia. ’’Seperti dengan mas Udik (Masyhudi), Mr Hu, Mr Li, pak Putut (Marhaento), dan ke mas Samsul Jais,’’ tutur Sigit.

Meski sudah mendapat banyak masukan dan pelajaran dari pelatih-pelatih top tersebut, Sigit saat Proliga kali ini tidak banyak melakukan perubahan gaya bermain Nizar Julfikar dkk. ’’Mungkin hampir sama, tidak banyak perubahan,’’ sebutnya. Tentu saja dengan skuad dari warisan Ibarsjah sebelumnya. (Yunita Mega Pratiwi)

Artikel ini telah dibaca 128 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Lampard jadi Calon Kuat Pelatih Baru Everton

28 Januari 2022 - 09:31 WIB

Tiga Catatan Buruk Timnas di Laga Melawan Timor Leste

28 Januari 2022 - 07:16 WIB

Comeback, Indonesia Tekuk Timor Leste 4-1

28 Januari 2022 - 04:55 WIB

KONI Pusat Beri Apresiasi Tinggi KONI Jatim

27 Januari 2022 - 17:48 WIB

Ketua DPD RI Dukung Jatim Jadi Tuan Rumah PON 2028

27 Januari 2022 - 10:46 WIB

Mancini Ungkap Alasannya Panggil Kembali Balotelli ke Timnas

27 Januari 2022 - 10:07 WIB

Trending di kempalansport