yea aina
Dugaan Abah Dis, pembahasan RUU SISDIKNAS bukan RUU basah, kiranya kurang pas. Terlemparnya RUU tersebut dari prioritas Prolegnas, mungkin lebih karena “kenyamanan distribusi” alokasi anggaran jumbo 20% APBN. Ilustrasi APBN 2023, Anggaraan pendidikan bernilai Rp. 608,3 T lho Bah. Hampir setara subsidi energi APBN 2022. Maka bisa DIBATALKAN kenaikan BBM, Listrik dan lpgnya dong kwkwkw.
Jokosp Sp
Kok baru Undang – Undang yang dibahas ya ? Kapan majunya pendidikan ini ? Pengalaman rekrutmen karyawan baru, sama saja hasilnya. Sulit mencari yang benar – benar sudah siap kerja. Kita lihat yang dari SMK jurusan Tehnik Mesin Ringan atau Alat Berat, hasil wawancara saja masih gagal ” tidak tahu komponen unit “. Apalagi suruh nerangin fungsi dan cara kerjanya, babak belur. Yang dari D3 tehnik mesin sama juga hasilnya. Yang S1 juga sama babak belurnya ketika disuruh menerangkan hal yang sama. Kelemahan saat ini adalah : hanya sibuk dan ngejar teori dari buku, kurang jam praktek untuk misal overhaul ( bongkar – pasang mesin ). Kenapa bisa ? ternyata hasil wawancaranya adalah kurangnya ketersedian Alat atau Mesin yang sesuai dan yang disediakan pihak SMK, Politehnik, dan Universitas. Jadi kalau mau siap kerja dari anak – anak baru, ya perusahaan harus siapkan waktu untuk Training dan Praktek lapangan paling tidak satu ( 1 ) tahun. Ini dari satu sisi lulusan tehnik yang saya hadapi selama ini. Jadi la mbok ya para ahli di departemen pendidikan sering – sering turun lapangan, lihat fasilitas sekolahnya seperti apa ? Bangunannya seperti apa ? sudah memadai belum kalau mau ngejar seperti pendidikan di Singapura ?. Piye Mas Menteri ?
Liam Then
Ndak ada duit untuk beli mesinnya Bang. Tapi ada duit buat acara seremonial di hotel-hotel, gedung konvensi. Untuk mendapatkan real skill mau tak mau harus lewat praktek. Belum pernah saya ketemu, orang yang hapal dan pegang buku panduan. Langsung bisa tanpa praktek. Wkkwkwkw.
Liam Then
Peribahasa kuno orang Tiongkok . 一日为师,终身为父 Teacher for a day, father for a life time. Begitulah level penghargaan orang sana kepada profesi guru sejak jaman dulu. Memang terkesan hiperbolis, tapi sederhananya, tanpa guru, berapa persen kira-kira dari kita yang menjadi mahir membaca? Di kita sini cuma di sebut pahlawan tanpa tanda jasa. Kesejahteraan profesi guru itu mutlak harus di perjuangkan. Harapan saya kepada pemerintah. Fokus tuntaskan masalah guru honorer, yang kerap kali nasibnya munculkan banyak berita, dari gaji ratusan ribu pun di rapel dan tak dibayar-bayar. Saya tidak tahu bagaimana cara penyelesaian yang paling tepat. Tapi setidaknya bisa mulai dari stop rekruetmen guru honorer. Hapuskan istilah ini. Karena apresiasi/gajinya sangat merendahkan martabat. Sederhananya ,hasil apa yang mau di harapkan dari tenaga kerja yang kurang gizi? Dipikir secara sederhana saja. Hukum alami yang kerap terjadi ; sesuatu yang dimulai buruk akan berakhir buruk. Hampir tak oernah berakhir baik. Belum mengajar saja sudah pusing urusan perut. Mana bisa fokus mengajar dan meningkatkan kualitas diri. Kepada kaum guru, terima kasih atas perjuangan anda semua. Saya ada rasa di hati ini , perasaan kecintaan anda pada profesi dan anak didik ,membuat anda-anda tetap bertahan , di profesi yang tidak menjanjikan ini.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi