Menu

Mode Gelap

Kempalanbis · 30 Okt 2021 19:29 WIB ·

Bupati: Kualitas Kopi Kabupaten Bandung Berskala Internasional


					Bupati Bandung Dadang Supriatna  melepas ekspor Kopi Sunda Hejo, di Gedung Moh Toha, Soreang, Sabtu (30/10/21).(Humas Pemkab) Perbesar

Bupati Bandung Dadang Supriatna melepas ekspor Kopi Sunda Hejo, di Gedung Moh Toha, Soreang, Sabtu (30/10/21).(Humas Pemkab)

KAB BANDUNG-KEMPALAN: Pemkab Bandung bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Barat melepas ekspor 19,5 ton Kopi Sunda Hejo dari Koperasi Klasik Beans ke Perancis.

Pelepasan dipimpin langsung Bupati Bandung Dadang Supriatna di Gedung Moh Toha, Soreang, Sabtu (30/10/21). Bupati Bandung mengungkapkan, nilai ekspor kopi asal Kecamatan Cimaung itu sebesar USD 70.380 atau sekitar Rp 1 miliar.

“Sedangkan di tahun 2020, ekspor kopi kita mencapai USD 1.642.792, dengan negara tujuan ekspor yakni Australia, Belgium, China, Latvia, Qatar, Singapore, Turkey dan USA,” ungkap bupati didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Dicky Anugrah.

Kualitas kopi Kabupaten Bandung, lanjut Bupati Dadang Supriatna, sudah berskala internasional dan termasuk jajaran elit kopi dunia, dengan rata-rata skor speciality mencapai lebih dari 80 poin.

“Ini terbukti pada April 2016 lalu, kopi Gunung Puntang asal Kecamatan Cimaung juga menjadi juara dalam Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta Amerika Serikat,” terang Kang DS, sapaan bupati.

Kang DS berpendapat, selain memiliki banyak varian kopi dengan cita rasa khas, suburnya perkebunan kopi di beberapa wilayah, mulai dari Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, Cicalengka, Nagreg, Ibun, Kertasari, Pangalengan, Cimaung, Pasirjambu, Rancabali, Ciwidey, Pacet, Soreang, Ciparay hingga Arjasari, menjadikan Kabupaten Bandung layak menyandang titel Pusat Kopi Indonesia.

Tak sampai di sana, pihaknya juga menggandeng akademisi dan pengusaha kopi untuk mengembangkan para petani kopi dengan melakukan pembinaan pembibitan, pengelolaan pola tanam, hasil panen, pengemasan produk hingga pemasaran kopi.

Lebih jauh ia menuturkan, ekspor kopi merupakan upaya pihaknya dalam mendukung program pemerintah melalui peningkatan pertumbuhan ekspor barang nonmigas serta pemulihan ekonomi pada masa pademi Covid-19.

“Salah satu kunci untuk memperbaiki perekonomian nasional adalah peningkatan ekspor. Bukan hanya membantu para pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan kerja, tetapi juga untuk menghasilkan devisa dan mengurangi defisit transaksi. Jadi kita harus lebih jeli, melihat peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara lain,” ungkapnya.

Kang DS berharap, Kadin Jabar dapat menjadi market agent sekaligus melakukan marketing intelligence, serta mendorong percepatan negosiasi perjanjian kemitraan dengan negara-negara tujuan ekspor.

“Kami berharap, perjanjian perdagangan yang sudah ada bisa segera dioptimalkan. Tentunya sambil terus mencari pasar-pasar baru di negara-negara non tradisional, sehingga pasar ekspor kita semakin luas. Kadin juga dapat menggandeng UMKM Kabupaten Bandung untuk memenuhi permintaan pasar,” harap bupati.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin Jabar, Indriyani menyampaikan, ekspor tersebut merupakan ekspor pertama di tahun 2021.

“Sebetulnya ekspor ini harusnya dilaksanakan per bulan September kemarin. Karena ada kelangkaan kontainer, jadi mundur terus dan baru per hari ini kita dapat jadwal dan kontainernya,” kata Indriyani.

Meskipun menemui sejumlah kendala, menurutnya tahun ini ada peningkatan ekspor kopi ke sejumlah negara di Eropa, Amerika dan Asia.

“Sebetulnya, tahun kemarin juga Kadin Jabar melakukan ekspor. Tapi di tahun ini akan ada peningkatan, yakni sekitar dua kontainer lagi yang berangkat,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, Sunda Hejo merupakan koperasi klasik beans yang memiliki sertifikasi organik. Sebanyak 80 persen kopi yang dihasilkan diperuntukan bagi pasar lokal dan 20 persen untuk kebutuhan ekspor.

“Mudah-mudahan sinergitas yang terjalin antara Kadin Jabar dan pemerintah daerah dapat sama-sama dapat meningkatkan perekonomian rakyat Jawa Barat, sesuai dengan program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Indriyani. (iwa ahmad sugriwa)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Wamendag RI: Harga Bahan Pokok Nataru hingga Awal Tahun 2022 Aman

8 Desember 2021 - 05:46 WIB

Sah! PPKM Level 3 Batal Demi KIAN

8 Desember 2021 - 05:35 WIB

Wali Kota Eri Terima Gelar Kehormatan dari Sulut

7 Desember 2021 - 15:51 WIB

Kepuasan (Psikologis, Ekonomis) vs PPKM

7 Desember 2021 - 08:35 WIB

40 Tahun Tak Tergarap, Lahan PT PKHI di Bangkalan Minta Dikembalikan ke Negara

6 Desember 2021 - 22:17 WIB

Tingkatkan Perekonomian Lokal, Ketua DPD RI Dukung Revitalisasi Cagar Budaya

6 Desember 2021 - 14:42 WIB

Trending di Kempalanbis