Korea Utara Lolos Sanksi lagi karena Rusia dan Tiongkok Gunakan Hak Veto

waktu baca 2 menit
DK PBB membahas Korea Utara-DW

PYONGYANG-KEMPALAN: Tiongkok dan Rusia sudah menggunakan hak Veto-nya untuk menganulir proposal resolusi yang berisikan pemberian sanksi ke Korea Utara yang telah meluncurkan tiga misilnya pada Rabu (25/5).

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang berisikan 15 negara, 13 negara lainnya menyetujui adanya proposal oleh AS tersebut.

Duta Besar AS untuk PBB yaitu Linda Thomas-Greenfield mengatakan bahwa gagalnya proposal tersebut sangat ‘Menyedihkan’ untuk dunia internasional.

“Dunia menghadapi ketakutan dan bahaya yang sangat jelas dari Korea Utara. Namun, Dewan Keamanan PBB hanya diam dan tidak berupaya mengeliminasi dan mengurangi ancaman tersebut” ucap Linda.

Duta Besar Britania Raya, Prancis dan Korea Selatan juga mengungkapkan kekecewaannya karena penggunaan Veto tersebut.

“Menggunakan Veo untuk melindungi Korea Utara dan memberikan kesempatan lagi untuk meluncurkan nuklir lainnya” ucap Utusan Prancis yaitu Nicolas de Riviere.

Menanggapi hal tersebut, Tiongkok dan Rusia mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB—terlebih lagi AS harus meningkatan dialog bilateral ke Korea Utara—dibandingkan memberikannya sanksi.

“Memberikan sanksi ke Korea Utara hanyalah sebuah jalan menuju kebuntuan” ucap Utusan Rusia yaitu Vassily Nebenzia.

Selain itu, Utusan Tiongkok yaitu Duta Besar Zhang Jun mengatakan bahwa pemberian sanksi hanya membuat efek negatif dan memberikan eskalasi konfrontasi.

“Situasi di Semenanjung Korea telah menjadi semakin bahaya—karena AS dengan kebijakannya yang selalu gagal mengatasi permasalahan” ucap Zhang Jun.

Dalam waktu dua minggu mendatang, Sidang Majelis Umum PBB akan dilaksanakan kembali untuk membahas mengenai Korea Utara.

 

(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *