Jimmy Marta
Panggilan bapak/pak itu untuk garis ayah. Anak dari saudara lelaki baik kandung maupun segaris ayah. Yg paling besar pak adang atau pak tuo. Yg kecil pak etek. Pak dhe dan pak lik di bila di jawa.
Budi Utomo
Suku Minang bisa jadi satu-satunya suku di Indonesia yang marganya menganut garis ibu. Di dunia kini hanya orang India masa kini yang marganya memakai garis Ibu. Tiongkok dulu juga menganut marga garis ibu yaitu sebelum era Dinasti Zhou (sebelum sekitar 1000 SM). Ini masih bisa dilacak dari aksara Xing 姓 = marga. Yang terdiri dari dua simbol. Nu 女 (baca nii) = female = wanita dan Sheng 生 (baca sheung, eu ala Sunda) = born/birth = dilahirkan/lahir. Bisa dilihat dari nama-nama raja/kaisar sebelum Dinasti Zhou. Mesir kuno juga memakai garis ibu. Garis ayah biasanya dari suku nomaden. Seperti Mongolia, Turki, Arab, dll. Suku yang menetap biasanya memakai garis ibu dan berubah memakai garis ayah setelah dijajah suku nomaden. Perang Padri salah satunya karena konflik antara kaum adat yang memakai garis ibu dan kaum padri yang memaksakan garis ayah.
Jimmy Marta
Di Minang, mamak ( biasa juga dipanggil singkat: mak) itu panggilan kemenakan/ponak an ke paman. Kemenakan adalah anak saudara perempuannya. Saudara perempuan kandung dan segaris ibu. Tapi karena begitu lekatnya, panggilan mamak ke sang paman kadang dijadikan nama panggilan yg lumrah sehari2. Semacam nama populer. Oleh orang lain pun yg bukan kemenakan, bukan keluarga. Yg berposisi mamak/paman tentu bisa banyak, tergantung jumlah lelaki dalam keluarga itu. Makanya untuk membedakan para mamak, ada tambahan lagi dibelakangnya. Untuk yg paling tua disebut mak gadang/mak adang. Mamak yg tengah jadi mak angah. Yg kecil mak etek atau mak uncu. Kalau jumlah mamak lebih banyak, ada lagi mak uniang, mak itam, mak aciak. Atau bisa juga dg tambahan nama panggilan kecil si mamak. Mak Udin, mak buyung, mak david, dll… Selamat beristirahat mak Edi.
ALI FAUZI
Narasi Islam Nusantara selama ini memang lebih kepada Islam yang berkembang di Jawa –lebih khusus lagi di kalangan NU. NU memang lebih banyak diterima orang Jawa. Sedangkan narasi Islam Nusantara yang didengungkan Azyumardi Azra adalah Islam yang berkembang di seluruh Indonesia –dari Sabang sampai Merauke. Karena Indonesia bukan cuma Jawa. Saya lebih menerima narasi Islam Nusantaranya Azyumardi Azra.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi