Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 21:00 WIB
Surabaya
--°C

Putusan Otak

Liam Then

Sikap mental orang maju, yang paling penting itu mau memgakui keunggulan orang lain. Apapun suku dan agamanya. Atau dari mana ia berasal. Kayu bakar tetap kayu bakar darimana pun asalnya. Tetap berguna. Belajar darinya ,ambil yang baik, buang yang buruk. Ini teori usang, gampang di ketik-kan tapi susah di kerjakan. Wkkwkwkw Sikap seperti ini banyak dipraktekan di negara maju. Di sana mereka dalam beberapa hal , mau mengakui keunggulan orang. NASA-nya Amerika contohnya. Itu tempat kumpul entah berapa macam suku ras. Di Tiongkok juga. Kota-kota modern mereka banyak yang di disain oleh orang barat. Apakah orang Tiongkok tak ada yang pandai tata rancang kota? Pasti ada, cuma mereka ngaku, disainnya orang barat yang di upah. Lebih baik lagi. Begitulah sikap yang saya harap berkembang di lingkungan politik negara kesayangan saya. Karena saya sedih, banyak tokoh politik yang saya kagumi, cenderung mendorong dan memberi jalan kepada anak dan saudara. Kalo sudah begitu saya jadi teringat, cerita keruntuhan Partai Butongpai di dunia Kangow, yang runtuh karena calon pengganti yang tidak kapabel. Juga sejarah banyak kerajaan di masa silam. Runtuh. Karena pengganti kaisar dan raja yang kurang oke kualitasnya. Jaman sekarang, model kuno pewarisan kekuasaan. Sangat beresiko. Di RI, nasib beratus juta orang taruhannya. Sungguh, saya tidak mengerti, kenegarawanan itu ada dimana? Apakah susah ketemunya?

BACA JUGA  Topeng Narsistik Makin Lihai Seiring Usia

Komentator Spesialis

Agama Islam itu sangat simple. Untuk urusan agama, ikuti saja tuntunan yang dibawa Rosulullah Muhammad SAW. Jangan membuat ajaran baru, inovasi baru atau yang lebih dikenal dengan istilah bid’ah. Jangan menggunakal akal, gunakan hati. Tetapi, untuk urusan dunia, masing masing dari kita lebih tahu urusannya. Silahkan berinovasi disini dalam koridor yang diperbolehkan agama. Jangan dibalik, urusan agama berivonasi, sedang urusan dunia melempem.

Liam Then

Para imuwan dan pemikir muslim kualitasnya tidak perlu di ragukan. Cuma yang saya perhatikan, di negara-negara yang penduduknya muslim. Peran para pemikir dan ilmuwan sangat jarang diutamakan. Di dalam sejarah sampai kontemporer. Seperti yang Pak SBY biasa bilang, saya prihatin. Sebab begitu kisah kehancuran dan keruntuhan didalamnya. Sekadar menyebut beberapa. Dinasti Ottoman, Iraq, Suriah, Yaman, Afghanistan, Libia Bayangkan saja betapa sia-sia. Membangun negara tidak seperti menanam singkong, 4-5 bulan tinggal dipanen. Membangun negara perlu proses berkelanjutan. Jika berkonflik kemudian hancur. Bayangkan berapa banyak upaya yang terbuang sia-sia. Karena itulah saya berpendapat, cendikiawan muslim dan pemikir muslim, entah prioritas nomer berapa di beberapa nama yang saya sebut diatas.

BACA JUGA  Kaji Ipuk: Jangan Bikin Takut, Bonek Harus Jaga Surabaya

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.