”Saya ini netral. Saya tak suka kubu-kubuan. Saya selalu ingatkan Pak Kapolresta agar menghentikan itu. Tapi sepertinya beliau lebih mendengar suara lain,” kata AKP Heru.
”Kasus Putri ini sejak awal saya tahu penanganannya tak benar. Itu semua kelihatan di sidang kan, berantakan semua. Keluarga AKBP Pintor, terutama ibu mertuanya tambah bikin kacau,” kata AKP Heru.
”Jadi menurut Bapak kami harus bagaimana? Maksud saya di luar urusan pemberitaan. Kalau soal berita kami akan tetap seperti selama ini karena kami tak melanggar apa-apa,” kata Bang Eel.
”Terus saja memberitakan apa adanya. Akan ada mutasi besar-besaran,” kata AKP Heru.
”Kapolresta kita bertahan?” tanya saya.
”Masih nego kelihatannya. Kalau pun diganti momennya menunggu Hari Bhayangkara. Beberapa bulan lagi.”
”Nego apa ya, Pak Kasat?” tanyaku.
”Ada lah itu. Kita tunggu. Makanya agak kencang ini perlawanannya,” katanya, ”tunggu saja. Yang penting semuanya nanti yang terbaik buat kota Borgam kita ini.
Bang Jon keluar ruangan lebih dahulu. Kepada saya dan Bang Eel, AKP Heru mau bicara terkait kasus pembunuhan Putri. Ia menjanjikan bisa atur waktu ketemu dengan penyelidik dari Satreskrim yang pertama kali memeriksa TKP, rumah AKBP Pintor. Hasil penyelidikannya tak ada di BAP. ”Kalau itu masuk BAP akan jelas semuanya, akan berubah konstruksi kasusnya,” kata AKP Heru.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi