Senin, 15 Juni 2026, pukul : 15:13 WIB
Surabaya
--°C

Siapa Membunuh Putri (19)

”Oke, tunggu. Saya ke sana,” kata saya

Saya menelepon Bang Eel. Juga Bang Jon. Ferdy menelepon saya juga menanyakan soal itu. Dia juga serta-merta datang ke Polrestabes. Di ruang tamu Kasatnarkoba saya menemani Edo. Dia tak ditahan. Cek urine-nya bersih. Tadi juga dijelaskan tak ada sidik Edo jari di bungkusan plastik ganja yang disita polisi.

Sepertinya yang diincar malam itu saya, bukan Edo. Kata Edo, yang distop hanya mobil Dinamika Kota. Untung saja tadi malam Inayah mengajak saya ke pesantren.

”Saya sudah tahu trik polisi. Mereka kalau mau jebak kita pas razia, mereka suruh kita pegang barang yang katanya ditemukan di mobil kita, pura-pura tanya, ’ini apa?’ Ah, saya sudah hafal itu. Di mana-mana sama saja. Kalau kita pegang nah, kena kita, habis kita, ada sidik jari kita di situ,” kata Edo bicara setengah berbisik padaku.

BACA JUGA  Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kompak Hijaukan Kota, Wujudkan Sidoarjo Asri di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Saya dipanggil masuk ke ruangan khusus menemui Kasatnarkoba Polres Bogram AKP Heru Rusdiyanto. Dia termasuk polisi senior. Karirnya berjalan normal, tak pernah melejit. Orangnya bersih. Ferdy datang, dia temani Edo di ruang tunggu.

Bang Eel, Bang Jon sudah ada di situ. AKP Heru menjelaskan razia malam itu bukan atas perintahnya. Itu razia liar atas suruhan seorang perwira terkait AKBP Pintor. Menurutnya, sudah lama ada kubu-kubuan di tubuh Polresta Borgam. Yang sekarang di atas angin adalah kubu yang dikepalai oleh AKPB Pintor.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.