Beberapa wartawan televisi nasional dan koran Jakarta menghubungiku, beberapa datang ke kantor meminta foto. Saya berikan foto yang belum kami pakai. Saya minta mereka tak usah menyebut sumber fotonya dari kami. Tulis saja nama fotografer mereka sendiri. Ini cara saya berbagi risiko.
Naluri saya mengendus ini berita akan jadi isu nasional. Semakin lekas diberitakan media nasional, semakin aman bagi kami. Para wartawan media Jakarta itu juga ramai-ramai mengonfirmasi ke Bea Cukai. Jawabannya sama: mereka tidak tahu dan akan mengusutnya. Saya mengikutinya di siaran berita televisi siang. Hampir semua televisi nasional menyiarkannya.
”Bang, Pak Kapolres marah-marah. Ini dia sedang gelar jumpa pers,” kata Ferdy menelepon dari Mapolresta.
”Kok jumpa pers? Kok marah-marah?” tanyaku.
”Itu ternyata mobil yang dikirim Kapolresta untuk Mabes,” kata Ferdy.
”Buat apa mobil sebanyak itu?”
”Betul, Bang. Ratusan. Tapi tadi tak jelas juga disebut berapa jumlahnya. Katanya itu buat parade di HUT Polri tahun ini. Bukan bodong, katanya. Seperti yang kita tulis itu. Tapi legal dan dapat pembebasan bea masuk.”
”Kok Bea Cukai bilang tak tahu? Kok diangkut malam-malam, mencurigakan gitu?”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi