Gorby menjadi pahlawan demokrasi di Barat karena berani membuka dialog dengan Eropa dan Amerika untuk mengakhiri perang dingin, yang berlangsung sejak selesai Perang Dunia II pada 1945. Setelah perang dunia selesai, para pemenang mengapling wilayah pampasan perang masing-masing. Rusia menguasai Eropa Timur dan membentuk Pakta Warsawa yang berisi negara-negara komunis dan sosialis. Amerika menguasai Eropa Barat dan membentuk NATO (North Atlantic Treaty Organization) Pakta Pertahanan Atlantik Utara.
Dua organisasi pertahanan besar itu menjadi musuh bebuyutan dalam memperebutkan dominasi dunia geopolitik internasional. Persaingan kekuasaan itu menyebar ke seluruh dunia dan menyebabkan dunia terbelah dalam dua polarisasi besar. Amerika dan Uni Soviet menjadi dua negara adi daya yang menjadi dua sumbu utama bipolarisme geopolitik internasional.
BACA JUGA: Khofifah Show
Uni Soviet merupakan gabungan dari negara-negara di kawasan Asia Tengah dan Kaukasia yang terbentuk dalam federasi pada 1965. Federasi negara sosialis ini terdiri atas 15 negara yang menyebar luas sepanjang 22,4 juta kilometer, dari Laut Baltik dan Laut Hitam, hingga ke Samudera Pasifik.
Federasi itu dikenal dengan sebutan USSR atau Union of Soviet Socialist Republic, yang merupakan gabungan antara Eropa Timur, Asia Utara, dan Asia Tengah. Gabungan negara-negara itu lebih dikenal dengan sebutan Uni Soviet, dan Rusia menjadi negara paling besar sekaligus paling berpengaruh dan bisa memaksa ke-15 negara tetangganya untuk menjadi bagian dari federasi dengan kekuatan senjata.
Setelah Uni Soviet ambruk pada 1991, ke-15 negara itu sekarang menjadi negara-negara yang merdeka dan berdaulat, termasuk Ukraina yang sekarang berperang melawan Rusia berebut wilayah sisa-sisa peninggalan Uni Soviet.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi