Sistem ini terbukti sangat membebani keuangan Uni Soviet. Ditambah dengan biaya tinggi dari perang dingin serta korupsi yang parah di kalangan birokrat, tidak ada pilihan lain bagi Gorby kecuali melakukan reformasi total. Maka, Gorby memperkenalkan program ‘’Glastnost’’ dan ‘’Perestroika’’, keterbukaan dan restrukturisasi.
Dalam sistem komunis yang tertutup, glasnost atau keterbukaan adalah paradoks yang tidak bisa diterima. Bagaimana mungkin sebuah sistem yang tertutup harus dipaksa untuk melakukan keterbukaan yang membawa pada akuntabilitas.
BACA JUGA: Ojo Kesusu, Ojo Keliru
Dalam sistem komunisme yang kaku dan sentralistik tidak mungkin dilakukan restrukturisasi, karena selama ini ekonomi dijalankan bukan berdasarkan pada profesionalisme, tapi pada mekanisme partai. Glasnost dan perestroika berarti demokratisasi. Gorby berhati-hati untuk tidak memakai narasi demokratisasi, meskipun pada esensinya dia melakukan demokratisasi.
Glasnost dan Perestroika membuat Gorby harus membuka pasar internasional dan itu berarti harus berdialog dengan Barat. Maka Gorby mengadakan berbagai pertemuan dengan para pemimpin Barat seperti dengan Ronald Reagan Presiden Amerika Serikat, Margaret Thatcher Perdana Menteri Inggris, dan Helmut Kohl Kanselir Jerman Barat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi