Senin, 1 Juni 2026, pukul : 15:49 WIB
Surabaya
--°C

Hawana 2022: Mengenang Jasa Guru, Nelayan, Sopir Taksi yang Memodali Koran Melayu Pertama di Malaysia

KEMPALAN: Pemerintah Malaysia memenuhi janjinya. Perdana Menteri Seri Ismail Sabri Yacoob akhirnya meresmikan peringatan Hari Wartawan Nasional Malaysia (Hawana 2022) di Melaka, Minggu (29/5) petang.

Momen peringatan Hawana 2022 sekaligus telah mencairkan hubungan “dingin” pemerintah dengan wartawan Malaysia. Acara itu dihadiri sekitar 800 tokoh dan insan pers Malaysia di Ball Room Hotel Hatten di Melaka. Tampak di antaranya Tokoh Pers Tan Sri Johan Jaaffar dan Datuk Mokhtar Hussain, Presiden Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia Indonesia (Iswami). Hadir juga delegasi Pemimpin Redaksi Media Pers Indonesia yang dipimpin Asro Kamal Rokan, wartawan senior, yang menjabat Presiden Ismawi Indonesia, Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang, dan Ketua Forum Pemred Indonesia Arifin Asydhad.

Dalam sambutannya, PM Malaysia sekaligus menetapkan 29 Mei sebagai Hari Wartawan Nasiona (Hawana) yang akan diperingati setiap tahun. Tan Sri Ismail Sabri Yaacob dilantik menjadi PM Malaysia 21 Agustus 2021, mengantikan PM Muhyidin Yassin.

Jasa guru, nelayan, dan sopir taksi 

BACA JUGA  Menuju Panggung Asia: 12 Srikandi Muda Voli Indonesia Masuk Pelatnas

Hawana mengabadikan hari kelahiran surat kabar Utusan Melayu 29 Mei 1939. Utusan Melayu adalah surat kabar pertama berbahasa Melayu, yang sepenuhnya dimiliki, dibiayai dan dikerjakan oleh Bumi Putera ( pribumi). Menarik mengikuti sejarah koran Utusan Melayu. Ternyata modal penerbitan koran itu hasil patungan para guru, nelayan dan supir taksi.

“Jadi, Hawana, bukan hanya menghormati wartawan Malaysia tetapi juga untuk mengenang jasa-jasa guru, nelayan, sopir taksi dan rakyat jelata lainnya,” kata Tan Sri Johan Jaffar. Sesuai Tema perhelatan Hawana 2022 sendiri: “Suara Jelata, Aspirasi Negara”.

BACA JUGA: Semalam di Melaka Malaysia, Negeri Bersejarah Warisan Dunia

Yang menarik dalam sejarah pers Malaysia ialah keterlibatan para petani, nelayan, sopir taksi, guru-guru, yang berpatungan memodali penerbitan “Utusan Melayu”. Mereka sudah lama mendambakan punya surat kabar milik orang Melayu. Yang ditugasi mencari modal waktu itu wartawan bernama Yusof Ishak. Kelak, Pemred pertama Utusan Melayu tersebut menjadi Presiden Rapublik Singapura yg pertama pada tahun 1963.

BACA JUGA  MAESTRO PEMULIHAN FISIK: Revitalisasi Cedera Molekuler dan Manifestasi Klinis Masase Olahraga Terintegrasi FIKK Unesa

“Utusan Malaysia dianggap “suara keramat orang Melayu.

Suara asli orang Melayu untuk menentang penjajah Inggeris & menuntut kemerdekaan, ” kenang Tan Sri Johan Jaaffar saat dihubungi Senin (30/5) pagi.

Bersandar pada literatur, surat kabar pertama (berbahasa Inggris) yang terbit di Malaysia adalah Straits Times, pada 1845 (177 tahun lalu). Adapun koran Melayu pertama adalah “Jawi Peranakan” terbit tahun 1876 (146 tahun lalu). Namun, “Jawi Peranakan” dan surat kabar berbahasa Melayu lainya yang terbit sebelum

“Utusan Melayu” dimodali oleh orang Cina, India, dan Arab.

Malam Wartawan Malaysia

Tahun lalu, 30 November 2021, sehari setelah Pemerintah mencabut pembatasan kegiatan masyarakat di Malaysia tekait pandemi Covid19, PM Sri Ismail Sabri menghadiri acara Malam Wartawan Malaysia. Dalam kesempatan itulah ia mengumumkan persetujuannya untuk melanjutkan setiap 29 Mei sebagai momen peringatan Hari Wartawan Nasional (Hawana).

Hawana pertama kali diperingati 2018 pada semasa pemerintahan Najib Razak. Terhenti 3 tahun karena alasan pergolakan politik dalam negeri dan pandemi Covid19.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.