“Lawatan saya ke Indonesia baru-baru ini membantu mengeratkan hubungan dengan Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia atau ISWAMI yang telah terjalin sejak 2007. Saya percaya ISWAMI dapat memainkan peranan penting sebagai jambatan penghubung sesama wartawan kedua negara,” pengakuan Ismail Sabri tahun lalu seperti dikutip berbagai media.
Sambutannya pada peringatan Hawana kemarin, Ismail Sabri mengulang kembali penegasannya tahun lalu itu. Antaranya menjamin kebebasan pers. Untuk mencapai tujuan itu ia pun mengajak seluruh wartawan Malaysia melaksanakan fungsinya secara professional. Wartawan harus bersatu untuk memerangi hoax, berita palsu, sebab itulah musuh pers terutama, musuh seluruh masyarakat. Sebelumnya, ia menerima “Deklarasi Melaka” yang disusun insan pers mengenai kebebasan pers Malaysia.
BACA JUGA: Berulang Tahun di Melbourne, I’am Back
Sambutan Ismail yang mendapatkan tepuk tangan paling riuh ialah ketika mengumumkan bantuan 1 juta Ringgit Malaysia ( Rp,3,3 M) untuk membiayai program Iswami. Termasuk merintis pembentukan organisasi Persatuan Wartawan Malaysia, seperti PWI di Indonesia.
Ismail Sabri mengharapkan juga media dan wartawan Malaysia memperluas hubungan kerjasamanya dengan rekan-rekan wartawan di negara jiran ( Asean) dengan menjadikan ISWAMI sebagai model.
“Pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada program-program yang sesuai untuk dilaksanakan. Kalau perlu bantuan untuk Iswami ditambah,” ucapnya kembali yang disambut tepuk tangan riuh hadirin.
Jamuan Iswami
Minggu (29/5) malam Iswami Malaysia menjamu makan malam delegasi wartawan Indonesia di Hotel Zenith, Putra Jaya, Kuala Lumpur.
Dalam sambutannya, Presiden Ismawi Malaysia, Datuk Mokhtar Hussain mengatakan kegembiraannya atas perhatian pemerintah terhadap pers dan wartawan, khususnya kepada Iswami. ” Pada pertemuan PM Malaysia dengan wartawan Indonesia di Jakarta tahun lalu, untung Pak Asro Kamal menyampaikan kepada PM mengenai pentingnya menghidupkan kembali peringatan Hawana, karena itu sekaligus menghormati sejarah pers Malaysia, ” ungkap Mochtar.
BACA JUGA: Melbourne Kota Ternyaman Dunia namun Kejam bagi Perokok
Asro Kamal Rokan mengapresiasi PM Malaysia juga “Deklarasi Melaka” yang menyuarakan kemerdekaan pers di Malaysia. Mengenai hubungan wartawan Malaysia – Indonesia, dia mengibaratkan seperti air. “Tidak bisa dicincang,” kata pendiri Iswami itu.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi