“Melalui video ini, peserta didik dapat mengetahui sejarah Kota Surabaya,” ujar Lailatul.
Selain itu, video ini mempercepat pencapaian elemen membaca dan pembelajaran fase D kurikulum prototipe. Sekaligus guru termotivasi untuk memanfaatkan media video agar pembelajaran lebih menarik.
BACA JUGA: Wali Kota Eri Apresiasi Vaksin Drive Thru yang Digelar UM Surabaya
Media aplikasi video lain yang digunakan adalah Powtoon. Kegiatan ini dilakukan M. Azadin Nuzul Zuhri di kelas VIID SMP Muhammadiyah 11 Surabaya. Tema kearifan lokal yang diangkat adalah wisata religi di kota Surabaya.

“Dari video deskripsi ini, siswa diajak untuk mengenali tempat-tempat religius di Surabaya. Apalagi, tempat-tempat itu menjadi salah satu tujuan wisata di Surabaya,” ujar Azadin.
Sujinah menambahkan, pembelajaran bermedia video dan berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Mereka memperoleh informasi awal tentang materi sehingga dapat menyelesaikan tugas proyeknya.
“Muncul respons positif dari murid dan guru. Sajian materi menarik dengan berbagai animasi. Juga pembelajaran menjadi lebih menggembirakan,” pungkasnya. (yar)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi