“Materi e-modul sangat menarik dan mudah dimengerti,” ujar Kansha (14), salah satu peserta didik. Dirinya juga mengaku senang karena bebas memilih media untuk menyelesaikan soal-soal di e-modul.
Lusi menerapkan produknya di kelas VII A dan VII B SMPM 6 Surabaya. Wujudnya bahan ajar poster digital dengan judul Asal Usul Kota Surabaya. “Poster digital dapat digunakan baik di masa pandemi maupun endemi. Tujuannya, memudahkan pendidik menyajikan materi yang menarik dan menyenangkan serta berbasis teknologi,” kata Lusi.

Uji coba e-LKS diadakan Mar’atus Sholihah di kelas VII SMPM 4 Surabaya. Unsur kearifan lokalnya adalah kuliner Surabaya. LKS elektronik itu juga disusun menggunakan kurikulum prototipe yang sekarang dikenal dengan nama Kurikulum Merdeka.
BACA JUGA: KKN UM Surabaya Usung Tema Lokal, Gender, dan Desa Wisata, Terinspirasi Film KKN di Desa Penari
Menurut Mar’atus, uji coba diikuti oleh 30 siswa. LKS kuliner Surabaya teks prosedur ini dapat dibuka pada setiap gawai siswa. Tugas harus diselesaikan diselesaikan peserta didik secara berpasangan. Selain itu, mereka secara mandiri mengerjakan tugas uraian dan soal pilihan ganda. “Untuk soal pilihan ganda, jawaban yang dianggap benar tinggal diklik,” ujarnya.
E-LKS dikemas dalam bentuk digital. Selain berisi materi tertulis, terdapat gambar dan video kuliner khas Surabaya. Jadi, pembelajaran tidak membosankan. Keunggulan lain, peserta didik dapat belajar di mana pun dan kapan pun. “Selain penggunaannya mudah, peserta didik bisa mengenal lebih dekat kearifan lokal Suroboyo, khususnya makanan khasnya,” tambah Mar’atus.
Sementara itu, Lailatul Irmiah mengembangkan video pembelajaran teks eksplanasi peristiwa 10 November melalui media Canva. Materi ini diujicobakan di kelas VII B SMP Muhammadiyah 17 Surabaya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi