Minggu, 19 April 2026, pukul : 17:16 WIB
Surabaya
--°C

Setelah Sukses di Konya, Bidik Lebih dari Satu Emas di Olimpiade Paris 2024

KONYA-KEMPALAN: Ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2021 Konya sudah berakhir pada Kamis (18/8). Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) pun sangat bangga atas capaian yang telah diukir kontingen Indonesia dalam ajang tersebut.

Sebab, kontingen yang dipimpin Chef de Mission (CdM) Rafiq Hakim Radinal ini sudah mampu memperbaiki peringkat dibandingkan edisi sebelumnya. Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengapresiasi kerja keras CdM Rafiq serta atlet-atlet Indonesia.

Okto (sapaan akrab Oktohari) berharap hasil ISG dapat menjadi batu loncatan menghadapi multievent selanjutnya. Mulai dari SEA Games 2023 Kamboja, Asian Games 2022 Hangzhou, ANOC World Beach Games 2023 Bali, hingga kualifikasi Olimpiade 2024 Paris.

BACA JUGA: Sudah Lebihi ISG Baku 2017, Indonesia Masih Haus Medali Lagi

“Saya memberikan apresiasi kepada CdM Rafiq yang juga sekaligus Komite Eksekutif NOC Indonesia. Kami bangga dan berharap hasil ini dapat menjadi benchmark bagi cabang olahraga lain dalam mendorong prestasi olahraganya di kancah dunia sehingga dapat menang di kancah dunia,” kata Okto.

Kontingen Indonesia menutup perjuangan di ISG Konya dengan menempati ranking tujuh klasemen akhir dengan koleksi 13 emas, 14 perak, dan 29 perunggu. Hasil ini lebih baik dibanding ISG edisi sebelumnya yang berlangsung di Baku, 2017. Kala itu, Tim Indonesia menempati posisi delapan dengan raihan 6 medali emas, 29 perak, dan 23 perunggu.

Keseluruhan medali yang dikoleksi Tim Indonesia didapat dari cabang olahraga, angkat besi, panahan, renang, balap sepeda, atletik, serta karate. Angkat besi tampil sebagai cabor penyumbang medali terbanyak dengan 12 emas, 7 perak, dan 10 perunggu.

BACA JUGA: Membidik Paris 2024 dari Sukses di Konya 2021

“Cabor-cabor tersebut mampu menunjukkan komitmen yang mereka jaga dalam melakukan pembinaan prestasi dan mengantarkan prestasi Indonesia setinggi-tingginya di dunia dan internasional,” kata Okto.

“Semoga semua kerja keras dan upaya ini dapat  mendorong Tim Indonesia untuk lebih tinggi lagi berprestasi di dunia olahraga Indonesia. Insya Allah di Paris 2024 kita bisa mendapatkan lebih dari satu medali (emas),’’ sambung Okto dalam harapannya.

Indonesia berkekuatan 87 atlet yang terdiri dari 13 cabang olahraga, yaitu panahan, atletik, balap sepeda disiplin jalan raya, senam, judo, karate, kickboxing, menembak, renang, taekwondo, angkat besi, serta gulat, serta tenis meja yang sepenuhnya berangkat dengan biaya mandiri.

BACA JUGA: Emas ke-13 Kado HUT RI 77 dari Riau Ega/Rezza

Pada hari terakhir penyelenggaraan ISG, Tim Indonesia mendapat tambahan 1 perak dan 4 perunggu. Perak diberikan pemanah Arief Dwi Pangestu yang turun di nomor recurve perorangan putra.

Sementara empat perunggu dipersembahkan pemanah putri Rezza Octavia dari nomor recurve perorangan putri, karateka Krisna Aprilia Putri yang turun di kata perorangan putri, serta dua atlet kickboxing yakni Amanda La Loupatty (52kg low kick putri), Deandra Ariesta Pieter (56kg full contact putri).

“Alhamdulillah kontingen Indonesia mampu memenuhi target di ISG Konya dengan memperbaiki peringkat dibanding perolehan Baku 2017. Saya bangga atas perjuangan para atlet Indonesia dan berterima kasih atas dukungan Menpora Zainudin Amali, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari beserta Sekjen (Ferry Kono), serta Tim CdM yang telah membantu dan berkoordinasi dengan baik di ISG,” kata Rafiq. (NOC Indonesia, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.