Jumat, 5 Juni 2026, pukul : 20:03 WIB
Surabaya
--°C

Kanjeng Ratu Kalinyamat

Megawati melempar kode keras bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dipimpinnya akan memunculkan calon presiden perempuan, dan karenanya ia butuh legitimasi untuk memperkuat pilihannya. Siapa lagi yang akan dimunculkan oleh Mega kalau bukan sang putri mahkota, Puan Maharani.

Saat ini PDIP sedang berburu dengan waktu. Ketika partai-partai lain sudah memunculkan nama-nama yang bakal dijagokan dalam pilpres 2024, PDIP masih belum memutuskan pilihan. PDIP galau karena Puan Maharani, yang digadang-gadang menjadi capres, masih belum bisa beranjak dari angka satu koma dalam berbagai survei.

Puan berada di bawah bayang-bayang Ganjar Pranowo yang tetap konsisten masuk 3 besar teratas di setiap survei bersama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. PDIP harus secepatnya mengambil keputusan kalau tidak mau kalah start dari pesaing-pesaingnya.

BACA JUGA  Filosofi Tawon AKP Setiawan: Warisan Kondusifitas Kompi 4 Bataliyon A Pelopor Menuju Den Gegana

BACA JUGA: Tuan Guru Bajang

Mega akan mengambil keputusan itu, dan dia berada dalam dilema besar. Pada 2014 dia dikudeta oleh Jokowi melalui ‘’creeping coup’’ kudeta senyap, yang memaksanya untuk memajukan Jokowi sebagai capres PDIP. Mega tidak bisa membiarkan hal yang sama terulang kembali dengan munculnya fenomena Ganjar Pranowo.

Tidak ada waktu lagu bagi Mega. It’s now or never. Kalaun dia menyerah terhadap kudeta senyap Ganjar Pranowo, habislah kekuasaan trah Soekarno dalam sejarah politik Indonesia. Sepeninggalan Mega, Puan Maharani tidak punya cukup kapasitas untuk melanjutkan kiprah trah Soekarno.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.