Jumat, 5 Juni 2026, pukul : 20:03 WIB
Surabaya
--°C

Kanjeng Ratu Kalinyamat

Sumpah itu dilakukan karena Drupadi dilecehkan oleh Dursasana yang melucuti kainnya dan menarik sanggulnya sampai lepas. Pelecehan terjadi ketika Puntadewa kalah adu judi melawan Dursasana dan keluarga kerajaan Astina.

Pada puncak perang Baratayuda, Bima yang menjadi senapati Amarta berhadapan dengan Dursasana yang sakti dan punya kekuatan fisik hebat. Bima mengetahui kelemahan Dursasana di bagian selangkangan kakinya. Bima memukul dan menyobek kaki Dursasana sampai mati kehabisan darah. Darah Dursasana dibawa kepada Drupadi yang kemudian menyiramkan ke rambutnya untuk keramas.

Kisah Drupadi dan Ratu Kalinyamat tidak sama tapi banyak unsur yang mirip. Mitos-mitos raja Jawa banyak yang mirip dengan kisah Mahabarata yang diimpor dari India bersama dengan masuknya budaya Hindu dan Budha. Kisah-kisah ini diadaptasikan kedalam kisah-kisah pewayangan yang menjadi tontonan favorit masyarakat Jawa.

BACA JUGA  Cegah Manipulasi Alamat di SPMB 2026/2027, Surabaya Perkuat Validasi Domisili lewat Cek In Warga

BACA JUGA: ACAB

Sampai sekarang banyak politisi Indonesia yang menjadikan tokoh pewayangan sebagai idola, terutama tokoh-tokoh Pandawa yang menjadi raja Amarta yang dikenal jujur, berani, dan tanpa pamrih. Banyak yang mengidolakan Bima yang kuat, jujur, dan berani, meskipun kelakuan politisi itu berbalik 180 derajat dari Bima.

Megawati tampaknya ingin mencari legitimasi politik dari Ratu Kalinyamat. Ia menganggap Sang Ratu sebagai sosok yang melambangkan kekuatan perempuan sebagai pemimpin politik. Dengan memunculkan Ratu Kalinyamat Megawati ingin mencari legitimasi untuk memunculkan pemimpin perempuan di Indonesia.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.