Jumat, 5 Juni 2026, pukul : 20:03 WIB
Surabaya
--°C

Kanjeng Ratu Kalinyamat

Karena itu Mega akan memaksakan Puan untuk menjadi capres ketimbang menyerah lagi kepada kudeta senyap. Mega akan memilih Puan dan menyiapkannya sebagai suksesor. Risikonya adalah Ganjar akan lari ke partai lain. Tapi, Mega akan lebih memilih putri mahkota ketimbang orang lain.

Karena itu Mega mulai mengetes air. Salah satu yang dikhawatirkan menjadi ganjalan serius bagi Puan sebagai capres adalah kepemimpinan perempuan yang masih banyak disoal oleh kalangan muslim tradisional. Sudah menjadi rahasia umum bahwa masih sangat banyak kalangan muslim yang menolak kepemimpinan perempuan. Jika isu ini dimunculkan maka kans Puan akan semakin berat.

BACA JUGA: Pelosi

Karena itu Mega sudah mengatur strategi. Dia mulai banyak berbicara mengenai pemimpin perempuan. Ratu Kalinyamat dimunculkan sebagai bagian dari strategi itu. Mega juga menugaskan petugas partainya untuk mendekati para ulama. Salah satu yang dilobi adalah Tuan Guru Turmudzy Badarudin dari NTB yang menjadi ulama pendukung kepemimpinan perempuan.

BACA JUGA  Polsek Tarik Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Guna Swasembada Pangan

Kampanye media digencarkan. Said Abdullah menulis opini di Detik.com berjudul ‘’Islam, Puan, dan Kepemimpinan Perempuan’’. Kolom itu mencari pembenaran untuk memunculkan pemimpin perempuan di kancah politik Indonesia.

Isu pemimpin perempuan masih sensitif di Indonesia. Tetapi isu ini tidak pernah menjadi wacana dalam riuh rendah perdebatan politik Indonesia beberapa waktu terakhir ini. Dengan memunculkan wacana ini PDIP malah membangunkan macan tidur dengan membuka kembali perdebatan itu.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.