Jumat, 5 Juni 2026, pukul : 18:29 WIB
Surabaya
--°C

Kanjeng Ratu Kalinyamat

KEMPALAN: MEGAWATI Soekarnoputri mengusulkan agar Ratu Kalinyamat diangkat sebagai pahlawan nasional. Sang Ratu ialah penguasa Jepara pada pertengahan abad ke-16 dan berhasil membangun Jepara menjadi kerajaan maritim yang tangguh yang mampu melawan infiltrasi tentara Portugal yang masuk ke wilayah Melayu. Di kalangan warga setempat Ratu Kalinyamat lebih dikenal sebagai sosok mitos yang punya kesaktian linuwih.

Salah satu mitos yang diyakini oleh warga setempat adalah ritual ‘’tapa wuda’’ atau bertapa telanjang yang dijalani Ratu Kalinyamat selama beberapa tahun. Tujuannya adalah untuk membalas dendam atas kematian suaminya yang dibunuh oleh Arya Penangsang.

Dalam tapannya Ratu Kalinyamat bersumpah tidak akan membatalkan tapa sampai ia melihat kepala Arya Penangsang dipenggal dan ia akan berkeramas dengan darah Arya Penangsang. “ora pisan-pisan ingsun jengkar saka tapa ingsun yen durung iso kramas getihe lan kesed jambule Aryo penangsang,”, saya tidak akan membatalkan tapa sebelum berkeramas darah dan menginjak-injak rambut Arya Penangsang.

BACA JUGA  Tongkat Komando Berganti, Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim Pimpin Sertijab Danki dan Wisuda Purnabakti

Ratu Kalinyamat mendendam kepada Arya Penangsang yang telah membunuh suaminya, Pangeran Hadiri, dengan sadis. Akhirnya Arya Penangsang berhasil dibunuh oleh Sutan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir atas perintah Nyai Kalinyamat.

BACA JUGA: Polisi Tidur

Hadiwijaya mengirim orang suruhan untuk menghabisi Penangsang. Kepala Arya Penangsang dipenggal dan dipersembahkan kepada Ratu Kalinyamat bersama semangkok darah Penangsang. Ratu Kalinyamat membuktikan sumpahnya dengan berkeramas darah Arya Penangsang, kemudian dia pun mengakhiri tapanya.

Belum ada bukti arkeologis maupun historis yang bisa membenarkan kisah ini secara ilmiah. Tetapi, kisah ini mirip dengan kisah Mahabarata mengenai persaingan keluarga kerjaan Amarta vs Astina yang berujung pada perang besar Baratayuda. Salah satu episode menceritakan sumpah Dewi Drupadi, istri Puntadewa raja Amarta, yang tidak akan memakai kain dan sanggul rambut sampai berkeramas dengan darah Dursasana dari Astina.

BACA JUGA  Kenapa NPD Masih Terus Berbohong
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.