KEMPALAN: MENURUT Almarhum Gus Dur, hanya ada dua polisi yang baik. Satu, Pak Hoegeng Iman Santoso, polisi legend yang menjadi Kapolri pada 1968 sampai 1971, dan satunya polisi tidur yang banyak dipasang warga di jalanan kampung untuk mencegah pengendara supaya mengurangi kecepatan.
Itu joke khas ala Gus Dur. Cuma Gus Dur yang bisa bebas mengolok-olok semacam itu. Publik bisa tertawa, dan yang terkena sasaran olok-olok hanya bisa tersenyum masam, atau cemberut menahan marah tapi tidak bisa marah.
Ada yang menambahi, polisi tidur suka bikin susah karena dipasang secara serampangan. Ada yang berkomentar, dalam posisi tidur saja polisi bukin susah, apalagi kalau bangun. Masih ada lagi yang menambahi, ada satu lagi polisi yang baik, yaitu patung polisi.
BACA JUGA: ACAB
Polisi bisa baper mendengar joke-joke yang membuat panas kuping ini. Seorang netizen yang mengunggah joke itu harus berurusan dengan polres. Peristiwa itu terjadi pada 16 Juni 2020. Seorang pria di Kepulauan Sula, Maluku Utara, berinisial IS dipanggil Polres Kepulauan Sula setelah mengunggah tulisan soal tiga polisi jujur di Facebook. “Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng,” demikian bunyi humor yang diposting IS di akun Facebook-nya.
Dia dipanggil ke polres dan diperiksa mengenai unggahan itu. Untungnya peristiwa itu menyebar sampai ke telinga anggota DPR dan pejabat polisi di Mabes Polri yang menyayangkan pemanggilan itu. Salah satu putri Gus Dur juga menyayangkan pemanggilan itu. Akhirnya sang pengunggah pun dibebaskan setelah menyatakan permintaan maaf atas joke nakalnya itu.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi