Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 07:51 WIB
Surabaya
--°C

Terbang! Blue Bird Berhasil Kantongi Laba Bersih Rp148 M di Kuartal I-2022

JAKARTA-KEMPALAN: Emiten transportasi, PT Blue Bird Tbk (BIRD) walaupun masih berada dalam kondisi pandemi Covid-19 berhasil melakukan pembukuan laba bersih sebesar Rp148 miliar atau naik 593 persen pada kuartal I-2022.

Angka itu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan periode sama di tahun lalu yang mengalami kerugian sebesar Rp30 miliar.

Dibanding pada periode sama di tahun sebelumnya, pada periode ini margin laba kotor mengalami kenaikan hingga sebesar 20 persen.

Keadaan bisnis perusahaan berhasil diatasi oleh Blue Bird dan dapat mengatasi permasalahan yang ada di tengah pandemi Covid-19, yaitu naik sebesar 48 persen atau Rp1,548 triliun dan hampir setara dengan pendapatan sebelum pandemi.

Lalu, pada kuartal I/2022 laba operasional yang dihasilkan meroket sebesar 386 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Jika dibandinkan tahun sebelumnya, pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA juga mengalami kenaikan sebesar 102 persen menjadi Rp383 miliar.

“Dengan tren kinerja positif yang secara berkelanjutan ditunjukan perusahaan, kami bersyukur dapat menjadi perusahaan yang semakin adaptif dan tangguh di tengah tantangan pandemi dengan mencatatkan pertumbuhan positif selama 3 kuartal terakhir berturut-turut,” ucap Sigit Djokosoetono, Direktur Utama Blue Bird, Jumat (5/8/2022).

Sigit juga mengatakan bahwa di kuartal II-2022 perusahaan akan terus mengupayakan untuk meremajakan armada operasinya demi memenuhi dan melayani permintaan pasar terhadap layanan taksi.

“Sambil menunggu kedatangan armada baru, Perseroan terus menyeimbangkan antara ketersediaan dan permintaan mobil bekas. Seiring dengan penurunan jumlah unit mobil bekas terjual, terjadi peningkatan capital gain per mobil, sehingga perseroan dapat membukukan kenaikan penjualan sebesar Rp25,8 miliar pada semester pertama 2022,” tuturnya.

Sigit optimis dengan masa depan perseroan dan juga berkomitmen agar terus mengawal operasional perusahaan dan pertumbuhan bisnis.

Capex atau capital expenditure tahun ini disebutkan bahwa lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya dan perseroan akan melakukan alokasi terhadap belanja modal atau capex sebesar Rp1,2 triliun.

Sebesar 10 persen akan digunakan untuk pembelian armada mobil listrik. Perseroan saat ini juga sedang mendukung proyek untuk mengurangi gas emisi yang digencarkan secara global. Namun, Sigit mengaku terkendala di suplai kendaraan karena adanya konflik geopolitik dan sebagainya. (CNBC/Okezone/Sindo, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.