Pemilu Prancis: Macron Jabat untuk Kedua Kalinya, Disanjung Komunitas Internasional

waktu baca 2 menit
Kemenangan Macron-BBC

PARIS-KEMPALAN: Pemilu Prancis tahun 2022 telah usai pada Senin (25/4) dengan hasil akhir yaitu Immanuel Macron kembali menjabat untuk periode kedepannya. Ia berhasil mengalahkan rival beratnya yaitu Marine Le Pen dalam pemilu tersebut.

Semua pendukungnya menangis terharu setelah melihat hasil pemilu dipajang di depan Menara Eiffel.

Dari hasil pemilihan, Macron menang dengan mendapatkan 58,6% suara, sedangkan rivalnya yaitu Marine Le Pen mendapatkan 41,4% suara.

Dalam pidato kemenangannya, Macron mengatakan bahwa banyak yang memilihnya hanya dikarenakan masyarakat tidak mau memilih Marine Le Pen yang merupakan Sayap Kanan Jauh untuk berkuasa di Prancis.

“Banyak di negara ini memilih saya—bukan karena mendukung, tapi karena ingin melemahkan pengaruh Sayap Kanan Jauh. Saya mengucapkan terima kasih kepada mereka semua dan berhutang budi kepada kalian” ucap Macron yang berumur 44 Tahun.

Macron merupakan presiden Prancis pertama yang menjabat selama dua periode selama 2 dekade terakhir.

Marine Le Pen juga menjadi satu-satunya calon dari Sayap Kanan Jauh yang hampir memenangi dan memberikan perlawanan berat dalam pemilu Prancis.

Dengan adanya kemenangan tersebut, komunitas internasional memberikan ucapan selamatnya.

Salah satunya adalah Presiden Rusia yaitu Putin yang memberikan pesan selamat kepada Macron.

“Saya mengucapkan selamat untuk anda dan pemerintahan anda kedepannya—semoga diberkahi dengan kesehatan dan lainnya” ucap Putin dalam Telegram yang kemudian dipublikasikan di situs resmi Kremlin.

Selain itu, Presiden Tiongkok yaitu Xi Jinping juga memberikan ucapan selmatnya dengan mengatakan bahwa ia akan terus melanjutkan kerja samanya berdasarkan adanya prinsip saling diuntungkan dan independensi.

Di negara-negara Barat, responsnya hampir sama yaitu bahwa mereka mengharapkan Macron menjadi pemain penting dalam Eropa dan tetap solid sebagai satu-kesatuan Eropa.

 

(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *