JAKARTA-KEMPALAN: Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, memberikan imbauan kepada Bank Indonesia (BI) tidak perlu buru-buru untuk mengerek suku bunga acuan di tengah berjalannya pemulihan perekonomian.
“Jadi kita berharap Bank Indonesia tidak perlu buru-buru menaikkan suku bunga,” ujarnya dalam konferensi pers.
Hartarto mengungkapkan BI untuk tidak buru-buru mengerek suku bunga acuan karena tingkat inflasi inti yang masih terkendali dan rendah.
Inflasi inti pada bulan Juli 2022 masih terjaga rendah, yaitu sebesar 0,28 persen (mtm), sedangkan inflasi inti pada bulan sebelumnya sebesar 0,19 persen (mtm).
Namun, inflasi inti Juli 2022 secara tahunan adalah sebesar 2,86 persen (yoy) dan lebih tinggi jika dibandingkan pada bulan Juni sebesar 2,63 persen (yoy).
Sebagai informasi, acuan BI untuk mempertimbangkan dalam menaikkan suku bunga acuan adalah inflasi inti karena menunjukkan dasar atas permintaan.
Selain itu, imbauan agar tidak perlu buru-buru untuk meningkatkan suku bunga acuan karena melihat dari sisi perbankannya pada bulan Juni 2022 tumbuh sebesar 10,66 persen yoy dengan tingkat dari NPL masih terjaga berada di lebel 2,86 persen. Lalu, dana pihak ketiga tumbuh sebesar 9,13 persen.
Hartarto juga mempertimbangkan kondisi ekonomi Indonesia yang masih cukup terkendali dan relatif baik.
Hal tersebut tercermin dari neraca perdagangan sebesar USD 24,89 miliar sepanjang semester I-2022 dan angka tersebut lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama di bulan sebelumnya, yaitu USD 11,84 miliar.
Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, sebenarnya juga tidak buru-buru untuk mengerek suku bunga acuan walaupun bank sentral di negara lain telah menaikkan suku bunganya termasuk The Federal Reserve Amerika Serikat.
Menurutnya, untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan tidak perlu mengikuti bank sentral lain karena kondisi perekonomian negara-negara di dunia berbeda.
“Jadi, harus dilihat kondisi inflasi inti dan juga keseimbangan dengan pertumbuhan ekonomi. Jadi, tidak otomatis suku bunga bank sentral negara lain naik, lalu kita ikutan naik. Semua tergantung kondisi dalam negeri,” pungkasnya, Senin (1/8/2022). (Kontan/CNN/Sindo, Arlita Azzahra Addin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi