Tapi volume gas masih banyak. Tidak bisa keluar semua lewat anus. Pada kurun waktu sekitar 1.440 jam, atau sekitar dua bulan, dari saat kematian, perut meletus.
Setelah perut meletus, proses penguraian jadi lebih cepat. Sebab 10 triliun mikroba itu dibantu oleh bakteri yang sudah ada di tanah. Jumlahnya tak terbatas. Persisnya, tak bisa dihitung manusia.
Meski disebut proses urai lebih cepat, tapi tidak setahun-dua tahun. Dijelaskan, tubuh manusia punya 200 tulang dan 37 triliun sel. Proses dekomposisi masih harus menempuh jalan panjang.
Tim pimpinan Javan tidak meriset sampai jasad berubah jadi tanah. Tidak. Cuma sampai setahun dari saat kematian manusianya.
BACA JUGA: Polisi Tembak Polisi, Kriwikan Dadi Grojogan
Selewat setahun dari saat kematian, tim Javan mengurai begini. Berbentuk prediksi:
Satu tahun. Sejak saat kematian sampai setahun kemudian, segala sesuatu yang “menyelimuti” mayat di dalam kubur, seperti pakaian atau kain kafan, akan hancur dan hilang. Dimakan mikroba dan bakteri tanah.
Sepuluh tahun. Dengan kelembapan di lingkungan yang basah (karena tanah menyerap air hujan), serta rendahnya oksigen, akan muncul reaksi kimia yang mengubah lemak di paha dan bokong mayat menjadi zat seperti sabun. Warna kuning. Disebut “grave wax“.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi