Tim peneliti menggambarkan, jutaan mikroba itu bekerja secara konsisten dan terukur. Memakan jasad. Mikroba bergerak serempak, harmonis dan ritmik. Tim peneliti menyebutnya: “Jam mikroba”.
Dari situlah (juga) pakar forensik bisa memperkirakan waktu kematian jasad tersebut.
Tim peneliti menganalisis sampel organ dalam mayat, pada rentang waktu antara 20 sampai 240 jam (10 hari) sejak dari saat kematian. Bandingkan dengan kondisi jenazah Yosua, besok, sekitar 456 jam pasca kematian.
BACA JUGA: 7 Jam Penting di Akhir Hidup Yosua
Ternyata, gerakan mikroba sudah keluar dari usus, kemudian memakan liver pada 20 jam pasca kematian manusianya. Liver, organ pertama di luar usus yang disasar mikroba.
Javan: “Tingkat penguraian (disebut juga pembusukan) tidak hanya bervariasi dari individu ke individu lain, melainkan juga berbeda pada organ tubuh yang satu dengan lainnya.”
Dilanjut: “Usus, liver, limpa, dan rahim, lebih awal membusuk. Sedangkan, ginjal, jantung, dan tulang lebih lambat membusuk.”
Proses mikroba memakan jasad, sekaligus otomatis memfermentasi glukosa (semula ada di dalam darah, kalau kebanyakan disebut diabetes). Proses fermentasi menghasilkan aneka gas: Metana, hidrogen, sulfida, amonia, semuanya menimbulkan tekanan otomatis.
Itu menyebabkan beberapa bagian tubuh melembung. Perut dan seluruh kulit. Gas mencari jalan keluar, dan yang terdekat, juga terempuk, adalah anus. Keluar dari situ. Kayak kentut.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi