Disebutkan, Agustus 2014, pakar forensik Prof Gulnaz Javan dari Alabama State University, Montgomery, Amerika Serikat, menerbitkan studi pertama tentang apa yang mereka sebut thanatomicrobiome. Kata ‘thanatos‘ dari Bahasa Yunani berarti kematian. Prof Javan memimpin tim riset.
Prof Javan: “Semua sampel kami berasal dari kasus kriminal, atau yang diusut polisi. Ada bunuh diri, pembunuhan, overdosis obat, kecelakaan lalu lintas.”
BACA JUGA: CCTV Tembak Yosua Ketemu, Diteliti Polisi
“Ini sulit. Sebab, harus seizin keluarga jenazah,” ujarnya. Itu sebab, cuma dapat 11 mayat.
Diuji dalam dua cara. 1) Di tempat terbuka. 2) Dikubur. Pasti, di kedua tempat itu mayat sama-sama terurai.
Di tempat terbuka, mayat lebih cepat terurai. Karena faktor lalat. Bertelur. Telurnya jadi belatung. Dalam jumlah sangat banyak. Yang sangat rakus makan daging busuk.
Di dalam kubur, bakteri (mikroba) bersumber dari usus. Bakteri ini sudah ada (hidup) sejak manusia masih hidup. Aneka jenis bakteri. Belum pernah diteliti, berapa jenis bakteri di situ.
Diperkirakan ada puluhan jenis bakteri. Masing-masing jenis berjumlah miliaran. Total 10 triliun mikroba. Yang ketika manusia masih hidup, bakteri ini tidak menggangu kesehatan. Sama-sama hidup dengan manusianya. Makan dari makanan yang sama dengan manusianya.
Tapi, sejak empat menit dari saat manusia dinyatakan mati, bakteri mulai memakan jasad manusianya. Tentu, berawal memakan usus.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi