Sabtu, 25 April 2026, pukul : 23:41 WIB
Surabaya
--°C

H-1 Otopsi Yosua, Proses Kerusakan Jasad

Lima puluh tahun. Jaringan tubuh mencair dan menghilang. Meninggalkan kulit serta tendon, yang seiring berjalannya waktu, juga akan musnah.

Delapan puluh tahun. Tulang pecah, karena kolagen mengalami korosi. Tersisa kerangka rapuh, mudah patah.

Seabad. Tulang-tulang rapuh yang tersisa, lebur jadi tanah. Tinggalah gigi dan sisa grave wax yang sudah kering.

Seratus sepuluh tahun. Musnah semuanya. Menjadi tanah.

Ada deviasi. Pada kondisi tanah tertentu, pemusnahan jasad lebih lambat dari 110 tahun. Terjadi pada penemuan fosil. Usianya bisa ribuan tahun. Tapi belum pernah ada riset gabungan geosains dan arkeologi, mengapa bisa begitu?

BACA JUGA: Pelecehan Seks Ini Direkam CCTV

Prof Javan menutup dengan kalimat begini: “Tubuh manusia, bagaimanapun hanyalah sebentuk energi. Terperangkap dalam gumpalan materi. Yang menunggu untuk dilepaskan ke alam semesta, yang lebih luas.”

Jenazah Yosua, pasti masih utuh. Cuma, bagaimana tim forensik meneliti, kemudian menyimpulkan, kemudian mengumumkan hasilnya. Bagaimana tim menjaga obyektivitas penelitian.

Terpenting, bagaimana hasil penelitian tim forensik itu, dikaitkan dengan bukti-bukti hukum lainnya, selain otopsi. Yang harus menghasilkan hubungan kausalitas obyektif. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.