JAKARTA—KEMPALAN: Romo Sandyawan Sumardi, tokoh masyarakat Bukit Duri, Jakarta, mengungkapkan kisah di balik keberadaan patung kucing pada Monumen Kemanusiaan yang berada Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Jatinegara.
“Patung kucing ini gagasan karena waktu pas penggusuran saya melihat di atas Sanggar Ciliwung yang dihancurkan, itu ada seekor kucing bernama Libi,” kata Romo Sandy dalam video berdurasi 1 menit 20 detik seperti dikutip Senin, 29 Agustus 2022.
Dalam video yang diunggah di akun Facebook @Anies Baswedan pada Minggu (28/8) itu, Romo Sandy menjelaskan kucing bernama Libi milik anak-anak sanggar, saat itu terlihat melompat-lompat dalam terpaan beko yang mengerikan.
“Persis ketika beko itu menghancurkan pucuk dari sanggar, di antara debu-debu kucing itu terlempar,” kata Romo Sandy.
Pihaknya menduga kucing itu sudah mati. Tapi keesokan harinya, jelas Romo Sandy, anak-anak melaporkan bahwa kucing itu sedang duduk terisak-isak di lokasi di mana sanggar itu sudah hancur.
“Dan yang terjadi adalah setiap jam tiga sore kucing itu selalu tidur di lokasi reruntuhan itu,” bebernya.
Selanjutnya Libi dijadikan simbol perjuangan, kesetiaan, dan persistensi warga yang merindukan tempat tinggal dan permukiman yang manusiawi.
“Kucing bernama Libi ini kami jadikan simbol perjuangan, kesetiaan, dan persistensi warga yang rindu sekali akan tempat tinggal, tempat permukiman yang manusiawi, penuh gotong royong,” demikian Romo Sandy.
Di Monumen Kemanusiaan, patung kucing Libi nampak tengah dalam posisi duduk dengan bagian dua kaki belakangnya ditekuk layaknya orang jongkok, sedangkan dua kaki bagian depan berdiri tegak lurus.
Di bagian bawah patung kucing Libi terdapat keterangan waktu yang menjelaskan tentang peristiwa apa yang terjadi di kawasan Bukit Duri pada saat itu.
“28 September 2016 di Kawasan Bukit Duri, seekor kucing bernama Libi menyaksikan betapa manusia menggusur tanah dan gubuk milik sesama manusia secara sempurna melanggar hukum, hak asasi manusia, agenda Pembangunan Berkelanjutan, UUD 1945 serta sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,” demikian bunyi tulisan di monumen tersebut.
Unggahan video di akun Facebook @Anies Baswedan tentang patung kucing Libi itu pun memantik simpatik, harapan, dan doa dari para warganet.
Akun @Diana Wiryanti memberikan komen ada pelajaran bagi manusia dari binatang kucing dengan bulu kecilnya. “Ya Allah… Dari makhluk bulu kecil…Tuhan Allah kirim untuk menjadiksn pelajaran buat manusia…. Mantap…. pak gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan… Barokalloh,” tulisnya.
“Ketika semua perlahan terkikis Akan kembali lagi Sesuai kebenaran Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia Sangat di rindukan Rakyat Indonesia 77 Tahun lamanya Indonesia Merdeka Semoga ALLOH SWT Meridhoi Bapak Anies Rasyid Baswedan menjadi Pemimpin RI,” tulis @Umi Nya Anakku.
Sementara itu, Zahra S’Rievha mengucapkan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, karena ia membangun kembali apa yang telah digusur oleh gubernur sebelumnya.
“Terima Kasih Pak Anies Baswedan, Gubernur lalu menggusur tapi bapak membangun kembali, Sehat selalu Pak, dan semoga 2024 nanti menjadi Presiden RI,” tulis @Zahra S’Rievha.
Senada dengan Zahra, akun @Yazid Akmal. “Pak Anies Baswedan sudah memanusiakan manusia dengan cara² bijaksana dan bijaksini, Maju kotanya, bahagia warganya. Semoga menjadi Presiden RI 2024 Agar Indonesia menjadi negara yang warganya bahagia semua,” tulisnya.
Kemudian @Hamjan Tolut melihat sosok Gubernur Anies benar-benar menghadirkan negara. “Anies Baswedan benar2 menghadirkan negara, UUD n pancasila pada rakyat,.. kemanusiaan yang adil dan beradab,” komennya.
Dan, mempunyai pemimpin nan cerdas dan manusiawi seperti Anies, bagi Achmadian Pigeon sudah selayaknya untuk disyukuri. “Bersyukur punya pemimpin cerdas manusiawi dan takut pd Allah SWT.. Thanks DKI 1,” tulis @Achmadian Pigeon.
Ellen Yulindawati juga bersyukur Jakarta menjadi maju di bawah kepemimpinan Gubernur Anies dan tidak lupa ia mendoakan dan mendukung Anies menjadi Presiden RI.
“Alhamdulillah Jakarta maju bersama pak Anies, Lanjutkan ke PRESIDEN 2024, Aamiin ya robbal Aalamiin,” tulis @Ellen Yulindawati.
Bertepatan pada Hari Perumahan Nasional, warga eks-Bukit Duri yang terkena dampak program normalisasi Sungai Ciliwung kembali memiliki tempat tinggal di Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Jatinegara, Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dirinya masih ingat tahun 2017 bertemu dengan Ibu Saidah yang menitipkan selendangnya, lalu bertemu dengan warga di tahun 2018, dan 2019.
“Kami selalu komunikasi intensif. Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendampingi selama proses ini, dan juga para aktivis masyarakat. Alhamdulillah sebuah ikhtiar mengembalikan harkat, martabat, dan hak warga bisa kita tuntaskan bersama,” tulis Anies di laman akun Facebook-nya seperti dikutip KBA News.
Proses pembangunan Kampung Susun, jelas Anies, melibatkan kolaborasi, unsur warga, aktivis, pakar, pemerintah. “Keempatnya bekerja bersama mewujudkan apa yang kita lihat hari ini dan di tempat ini kita harapkan kampung yang tumbuh guyub, sehat, sebagaimana kampung yang kita idamkan,” imbuhnya.
Dikatakan Anies, di Kampung Susun ini bukan hanya ada kebersihan, keteraturan, kerapihan, tapi juga ada kebersamaan, ada kegotongroyongan.
“Itulah sebabnya ini bukan sekadar kumpulan unit-unit rumah, tapi ini sebuah kampung di mana warga bisa hidup bersama,” urainya.
Adapun proses pembangunan Kampung Susun dikerjakan selama 10 bulan, dirancang desain untuk bisa menjadi rumah produktif, dan ini pula yang menjadi penamaannya, Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung.
“Ini juga merupakan bagian dari JAKHABITAT, yang menyediakan hunian berkualitas dan terjangkau bagi warga,” imbuhnya.
Ia menegaskan, Kampung Susun ini adalah wujud dari sejarah panjang perjuangan warga Bukit Duri dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaannya. “Dari kampung ini akan tumbuh generasi baru, yang akan melihat luka dari masa lalu sebagai pengingat untuk bekal masa depan yang adil,” demikian harap Anies. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi