Jumat, 10 Juli 2026, pukul : 19:06 WIB
Surabaya
--°C

ROBOTIKA “SUMO”SMA LABSCHOOL UNESA 1 MENDUNIA

Ketika Robot-Robot Karya Anak Bangsa Menaklukkan Dunia: Tiga Tahun Beruntun, SMA Labschool UNESA 1 Ukir Sejarah di Singapura

SURABAYA—Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan revolusi industri berbasis teknologi, lahir kabar membanggakan dari generasi muda Indonesia. Dari ruang-ruang laboratorium yang dipenuhi rangkaian elektronika, lembar-lembar sketsa desain, dan berjam-jam latihan tanpa mengenal lelah, siswa-siswi SMA Labschool UNESA 1 berhasil membuktikan bahwa inovasi, ketekunan, dan kolaborasi mampu mengantarkan Merah Putih berkibar di panggung robotika dunia.

Prestasi membanggakan itu diraih pada 26th World Robotic for Peace – Students Conference & E-Sport Tournament di Singapura. Dalam kompetisi yang mempertemukan ratusan technocrat, inovator, dan tim robotik dari berbagai negara, Tim Robotik SMA Labschool UNESA 1 tampil gemilang dengan meraih Juara I Kategori Open 3 Kilogram, Juara II Kategori Open 1 Kilogram, serta Juara I Kategori Close 1 Kilogram.

Keberhasilan tersebut bukan sekadar kemenangan dalam perlombaan. Lebih dari itu, prestasi ini menjadi penanda bahwa pelajar Indonesia memiliki kapasitas intelektual, kreativitas, dan daya saing global dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan robotika. Di tengah kompetisi internasional yang semakin ketat, mereka membuktikan bahwa kualitas pendidikan yang dipadukan dengan budaya riset mampu melahirkan inovator muda berkelas dunia.

Sebagai bentuk penghargaan atas capaian luar biasa tersebut, Ketua Yayasan dan Badan Pengelola Sekolah Labschool (BPSL) UNESA memberikan apresiasi kepada Tim Robotik SMA Labschool UNESA 1. Penghargaan itu merupakan wujud nyata dukungan terhadap budaya berprestasi sekaligus motivasi agar semangat berkarya terus tumbuh di lingkungan sekolah.

BACA JUGA  Soal Mutasi Lurah Tambak Wedi, Arif Fathoni: Wali Kota Punya Hak Prerogatif

Keluarga besar SMA Labschool UNESA 1 menyampaikan terima kasih kepada Ketua Yayasan dan BPSL UNESA atas perhatian, dukungan, pembinaan, serta penghargaan yang diberikan kepada para siswa. Apresiasi tersebut menjadi energi moral yang memperkuat tekad seluruh warga sekolah untuk terus melahirkan karya-karya inovatif yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Direktur BPSL UNESA, Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd., mengungkapkan rasa bangga atas capaian para siswa yang dinilai sebagai buah dari proses pembinaan yang berlangsung secara berkesinambungan.

“Saya ikut bangga dengan prestasi yang diraih anak-anak. Lebih membanggakan lagi, ini merupakan keberhasilan yang ketiga kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2024, 2025, hingga 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa budaya berprestasi telah tumbuh kuat di SMA Labschool UNESA 1 dan harus terus dipertahankan,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut lahir dari proses panjang yang tidak sederhana. Di balik robot-robot yang bergerak presisi di arena pertandingan terdapat ratusan jam latihan, penyempurnaan desain, pengujian strategi, hingga evaluasi tanpa henti. Konsistensi menjadi fondasi utama keberhasilan tim.

Salah seorang siswa anggota tim mengungkapkan bahwa latihan rutin merupakan kunci menjaga kualitas kemampuan.

“Kami berlatih secara rutin agar insting dan keterampilan tidak luntur serta selalu terasah. Setiap latihan menjadi kesempatan untuk belajar, memperbaiki kesalahan, dan membangun kekompakan tim,” ungkapnya.

BACA JUGA  Anas Karno: Trotoar Harus Kembali Jadi Hak Pejalan Kaki, Bukan Area Parkir

Tim Robotik SMA Labschool UNESA 1 yang mengharumkan nama Indonesia terdiri atas:

  • Airel Dovano I. G.
  • Evo Excel Novando
  • Ellza Cahya Lumintang
  • Eran Beck Nararya (Pembimbing)
  • Zikry Azizy Aljava (Mahasiswa UNESA)

Prestasi yang diraih di Singapura semakin mengukuhkan SMA Labschool UNESA 1 sebagai salah satu sekolah yang konsisten melahirkan generasi unggul di bidang robotika. Lebih membanggakan lagi, keberhasilan ini merupakan capaian internasional selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024 hingga 2026, sebuah konsistensi yang mencerminkan kuatnya ekosistem pembelajaran, inovasi, dan riset di lingkungan sekolah.

Di era ketika teknologi menjadi bahasa universal peradaban, keberhasilan para siswa ini menghadirkan harapan baru. Mereka membuktikan bahwa masa depan tidak hanya diwariskan, tetapi dibangun melalui keberanian untuk terus belajar, mencipta, dan berinovasi. Dari Surabaya menuju Singapura, dari laboratorium sekolah menuju panggung dunia, mereka telah menunjukkan bahwa karya anak bangsa mampu berdiri sejajar dengan inovasi terbaik dari berbagai negara.

Prestasi ini menjadi inspirasi bahwa investasi terbesar sebuah bangsa bukan hanya pada teknologi, melainkan pada generasi muda yang memiliki karakter, kecerdasan, dan keberanian untuk mengubah masa depan melalui ilmu pengetahuan.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.