Nikita kepada wartawan melalui telepon, mengatakan, ia hari itu mestinya ada pekerjaan ke Semarang, Jawa Tengah. Tapi, ia terpaksa tidak keluar rumah, karena ada banyak polisi di depan rumahnya.
Nikita tahu, mengapa ada banyak polisi itu. Dia dipolisikan oleh Dito Mahendra dengan tuduhan pencemaran nama baik. Akibat unggahan Nikita di medsos terkait Dito.
Nikita: “Siapa Dito Mahendra? Ia dekat dengan Kapolda Banten. Laporannya di Serang (Banten), padahal ia orang Jakarta.”
Menurut Nikita, laporan itu terkait dugaan tindak penistaan dan fitnah. “Aku enggak gubris panggilan pertama. Dalam satu minggu itu aku dapat surat panggilan sampai 12 kali. Masuk akal enggak, tuh?” ujar Nikita.
Nikita tidak datang, sebab menurutnya, dalam surat panggilan tidak disebutkan, Nikita mencemarkan nama baik siapa? Menurutnya, nama orang yang dihina tidak disebutkan. Tapi, Nikita tahu, bahwa ia pernah mengejek Dito Mahendra di sosmed.
Berarti, kedatangan 12 polisi itu bertujuan jemput paksa. Resmi sesuai hukum. Sebab, terlapor sudah dipanggil polisi tiga kali, tidak hadir ke kantor polisi.
Sebaliknya, Nikita merasa terganggu rumahnya dikepung polisi. Melalui video unggah di live Instagram, Rabu, 15 Juni 2022 pagi, Nikita mengatakan: “Memangnya saya teroris? Saya afiliator? Bandar narkoba? Gue ini ngantuk dari tadi.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi