YOGYAKARTA–KEMPALAN: Media massa sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia terkoyak saat pemerintah Orde Baru. Sekitar tahun 1994, beberapa media massa seperti Majalah Tempo, Majalah Editor, dan Tabloid Detik dibredel.
Sejumlah aksi demonstrasi terhadap pembredelan terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya di UGM Yogyakarta, Anies Baswedan turut dalam aksi itu, bahkan memimpin langsung turun ke jalan menolak pembredelan media massa.
Salah seorang peserta demonstrasi dari UGM, Wibowo mengatakan, suasana saat itu mencekam. Pemerintah melalui aparat kepolisiannya bersikap represif terhadap demonstran. “Saya masih ingat saat itu yang memimpin aksi demonstrasi menolak pembredelan Majalah Tempo adalah Anies Baswedan,” katanya di Yogyakarta, Kamis, 14 Juli 2022.
Pria yang akrab disapa Ndoro Bowo ini mengungkapkan, jumlah mahasiswa yang ikut aksi pembredelan cukup besar saat itu. Sementara puluhan bahkan ratusan aparat sudah berjaga-jaga di luar kampus UGM. Aparat melarang aksi mahasiswa tidak keluar dari pagar kampus.
“Saat itu mahasiswa dilarang keluar area kampus, jika keluar kampus maka akan berhadapan dengan aparat,” ungkapnya.
Apa yang terjadi saat itu terjadi bersitegang antara demonstran mahasiswa dengan aparat. Kondisi semakin tidak terkendali hingga akirnya terjadi chaos. Aparat yang bertindak represif pun membuat barisan demontrans kocar-kacir, mahasiswa berlarian menyelamatkan diri.
“Saat itu terjadi chaos dan mahasiswa yang lainnya berlarian. Anies Baswedan selaku pemimpin aksi pada waktu itu tidak lari, dia tetap di baris terdepan,” kata Ndoro Bowo.
Pria yang kini menjadi Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Yogyakarta ini mengungkapkan, apa yang dialami Anies Baswedan saat memimpin aksi tersebut menjadi bukti kehebatan seorang pemimpin. “Dia pemimpin yang hebat, jiwa pemimpin yang lari paling belakangan,” ungkapnya.
Pengunjuk rasa saat itu menolak pembredelan media massa bagian dari sikap anti kritik negara. Di sisi lain, kehidupan Anies Baswedan semasa muda juga terlibat dalam kegiatan media massa, termasuk ikut dalam produk jurnalistik.
Misalnya, saat di SMAN 2 Yogyakarta, Anies yang saat itu menjadi Ketua OSIS aktif dalam kegiatan penerbitan majalah Persada, sebuah produk jurnalistik siswa di sekolah tersebut. Selain itu, Anies juga terpilih menjadi bagian acara TVRI yang fenomenal pada saat itu, yakni Tanah Merdeka. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi