Sabtu, 6 Juni 2026, pukul : 13:09 WIB
Surabaya
--°C

Di Tengah Lonjakan Inflasi AS, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

JAKARTA-KEMPALAN: Di tengah tingginya inflasi AS yang mencapai rekor sejak 41 tahun terakhir, harga minyak dunia rebound pada perdagangan hari Rabu setelah persediaan minyak AS meningkat.

Berdasarkan kutipan yang diambil pada suara.com, minyak mentah berjangka brent ditutup menjadi USD 99,57 atau naik sebesar 8 sen. Sedangkan, West Texas Intermediate meningkat jadi USD 96,30 per barel atau naik sebesar 46 sen.

Sejak pada bulan Maret Brent mengalami penurunan hingga mencapai USD 139 yang hampir mencapai level tertinggi sepanjang masa sejak 2008 karena para investor serentak melepas minyak di tengah kekhawatiran naiknya suku bunga acuan agresif yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Pada perdagangan sesi Selasa harga anjlok lebih dari 7 persen dan berada di bawah USD 100 untuk pertama kalinya sejak April.

BACA JUGA  IPSI Jatim Standardisasi Pelatih dan Juri Festival di Malang 

“Saya tidak akan mengatakan tren naik ini belum berakhir,” ungkap Vice President StoneX Financial, Thomas Saal.

Kenaikan persediaan minyak AS melebihi dari ekspektasi. Stok minyak mentah komersial Amerika Serikat naik sebanyak 3,3 juta barel jika dibandingkan ekspektasi dalam jumlah stok.

Sementara itu, minyak acuan seperti minyak mentah Forties dan juga minyak mentah Midland AS diperjual belikan dengan harga premium.

Minyak mentah Forties mencapai rekor premium tertinggi yaitu dipatok dengan harga USD 5,35 per barel. Sedangkan, harga minyak Midland AS berada di harga premium sebesar USD 1,5 per barel.

Pada bulan Juni Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat melonjak hingga 9,1 persen akibat harga bahan bakar dan juga pangan tetap tinggi sehingga Federal Reserve berpotensi untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 poin.

BACA JUGA  IFA7 WORLD CHAMPIONSHIP HONDURAS 2026

Pada hari Rabu Indeks Dolar (Indeks DXY) juga mencapai level tertinggi sejak 20 tahun terakhir yang menyebabkan harga minyak lebih mahal untuk pembeli di luar AS.

Pembatasan kegiatan akibat Covid-19 di China juga menyebabkan pasar menjadi terpuruk. Dalam empat tahun terakhir pada bulan Juni impor minyak mentah China turun ke level terendah.

“Masalah permintaan mengejar harga yang tinggi. Dolar AS menyebabkan tekanan turun pada semua komoditas. Ada perubahan mentalitas selama beberapa minggu terakhir,” ujar analis CHS Hedging, Tony Headrick. (Suara/CNN, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.