Rabu, 22 April 2026, pukul : 08:45 WIB
Surabaya
--°C

Neraca Perdagangan Indonesia pada Juni Diperkirakan Masih Surplus, Terima Kasih Produk Ekspor!

JAKARTA-KEMPALAN: Neraca Perdagangan Indonesia pada bulan Juni 2022 diperkirakan masih surplus setelah Jokowi membuka kembali keran ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan juga produk turunannya.

Dikutip dari CNBC, 12 lembaga memprediksi neraca perdagangan pada bulan Juni 2022 akan mengalami surplus sebesar USD 3,42 miliar. Angka surplus tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan pada bulan Mei 2022, yaitu sebesar USD 2,89 miliar.

Secara year on year (yoy), tingkat ekspor juga akan mengalami kenaikan sebesar 33,8 persen. Sedangkan, impor akan meningkat sebesar 22 persen.

David Sumual, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), memprediksi surplus neraca perdagangan pada bulan Juni dapat mencapai hingga USD 4,26 miliar.

Namun, berbeda dengan David, Irman Faiz Analis Makroekonomi Bank Danamon Indonesia memprediksi surplus neraca perdagangan pada bulan Juni 2022 akan turun sebesar USD 1,8 miliar.

Sebagai tambahan informasi, nilai ekspor Indonesia pada bulan Mei lalu meningkat sebesar 27 persen (yoy) atau mencapai USD 21,51 miliar. Sedangkan, nilai impor melonjak sebesar 30,74 persen (yoy) atau mencapai USD 18,61 miliar.

Berdasarkan Bank Indonesia, pada akhir Juni 2022 posisi cadangan devisa adalah sebesar USD 136,4 miliar. Angka tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan yang tercatat pada bulan Mei sebesar USD 135,6 miliar.

“Peningkatan neraca perdagangan ini didorong oleh peningkatan ekspor. Peningkatan ekspor yang lebih tinggi didorong oleh peningkatan volume ekspor CPO setelah pada bulan Mei terjadi pelarangan ekspor CPO,” ungkap Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, yang dikutip dari CNBC.

Pada periode 28 April-22 Mei 2022, pemerintah sempat menutup keran ekspor CPO dan produk turunannya. Namun, pemerintah membuka kembali keran tersebut pada 23 Mei 2022.

Kontribusi yang disumbangkan CPO dan produk turunannya dari total ekspor Indonesia adalah sebesar 15 persen. Sehingga dengan dibuka kembali keran ekspor CPO dan produk turunannya tersebut dapat memengaruhi kinerja pasar ekspor.

Penerimaan bea keluar (BK) dari CPO dan produk turunannya pada bulan Juni 2022 mencapai Rp6,7 triliun. Angka tersebut melonjak dengan pesat sebesar 805,9 persen jika dibandingkan bulan Mei 2022 lalu.

Faisal Rachman, Ekonom Bank Mandiri, mengatakan bahwa melonjaknya ekspor CPO dipengaruhi oleh volume. (Kontan/CNBC/Msn, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.