Lukman bin Saleh
Dulu sy memusuhi syarat2 IMF spt itu. Tp sekarang sy berubah fikir. Trnyata syarat2 dr IMF itu banyakan yg bagus. Kurangi pengeluaran negara dan subsidi misalnya. Memang tidak logis uang hasil ngutang di hambur2kan. Apalagi subsidi, mending negara kaya spt negara2 timteng atau negara2 eropa. Mau memanjakan rakyatnya kayak apa tidak masalah. Kalau negara kismin macam sri lanka atau kita dimanjakan dg subsidi. Mau jadi apa kita nanti? Makmur tidak, terlilit utang iya…
Nurkholis Marwanto
Sebenarnya Amerikalah yang memperburuk krisis. Yang bertanggung jawab menambah derita di negara-negara miskin. Dengan kebijakan moneternya. Di saat inflasi Amerika sudah 8% (karena kesalahannya sendiri, memompa likuiditas puluhan ribu triliun alias print money untuk mengatasi pandemi covid), Amerika mencari kambing hitam karena harga energy naik yang diikuti kenaikan harga-harga lainnya. Amerika melimpahkan kesalahannya ke Rusia karena invasinya. Kini Amerika melanjutkan derita Negara miskin. Maka suku bunga Amerika akan terus naik untuk menundukkan inflasi. Ingat ini baru permulaan inflasi sudah 8% sedangkan suku bunga baru 1.5%. Kurva suku bunga masih jauh ketinggalan. Akan dinaikkan secara bertahap. Sampai idealnya nanti, suku bunga melewati angka inflasi. Atau mendekati. Baru inflasi akan tunduk. Tiba-tiba negara miskin utangnya membengkak padahal tidak ada penambahan utang baru. Terutama yang utang dalam bentuk dolar AS. Tentu karena nilai mata uang mereka merosot tajam. Dollar pasti menguat. Bukan karena ekonomi Amerika lagi bagus. Hanya karena Amerika punya kendali Dollar, mata uangnya digunakan seluruh dunia. “The Fed” sangat perkasa sekali. The mother of central bank. Tidak heran rupiah pun ikut melemah, sudah melewati 15ribu. Padahal surplus neraca dagang kita sudah surplus 25 bulan beruntun. Pernah rekor. Beberapa bulan ke depan pasti masih surplus. Selagi harga komoditas masih tinggi. Banyak dollar masuk. Toh masih juga melemah.
Jimmy Marta
Badnews lain mewartakan setelah srilanka, bbrp negara juga di ambang krisis ekonomi. Inflasi tinggi jadi salah satu pemicunya. Afghanistan dalam kondisi berat. Masih dibelenggu sanksi negara barat, bantuan pun banyak terhenti. Bahkan us masih membekukan 7M devisa afghan yg tersimpan di bank2 amerika. Argentina kembali lg ke jurang yg dulu pernah mereka terperosok. Inflasi diprediksi 70% tahun ini. Mesir di bulan maret saja inflasinya 15%. Turki 60%. Laos, libanon, myanmar terlilit akumulasi hutang, nilai kurs dan bertambahnya angka kemiskinan.
Muin TV
Dari pada pusing mikirin Sri Langka, lebih baik kawinkan saja Bah. Tetangganya kan ada. Masih jomlo. Bang Lades. Cuma masalahnya, ini pernikahan beda agama. MUI tak setuju. Harus cari tempat yang bisa menikah beda agama. Iki ngomong opoo……

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi