Jimmy Marta
Berwajah jauh dari ramah, bahkan terkenal galak dan judes, imf ini tetap jd sandaran srilanka. Apa mau dikata, hanya ini tengkulak yg masih bersedia. Pinjaman tetap dikasih, tp lebih dulu akan dikata2i. Yg minjam kudu bertelinga tebal berbedak tebal dan kudu sabar. Beda minjam ke saudara. Ini yg minjemin biasanya cuma berkata2 dalam hati. Sembari berdoa mudah2an pinjaman bisa kembali. Karena saudara sering anggap pinjaman spt bantuan. Janjinya sering dilupakan. Sayangnya di imf skrg tdk ada srimulyani. Jika di sana, niscaya beliau akan banyak membantu saudara tuanya ini. Jika anda berdoa, di samping untuk diri sendiri tidak ada salahnya doakan juga untuk saudara dan karib kerabat. Moga merekapun sehat sejahtera.
Komentator Spesialis
Di bawah ada komentar tentang ACT. Jadi saya lanjutkan saja. ACT tidak merugikan negara. Tidak pakai duit negara. Tidak nyolong duit negara. “Hanya” kesalahan management yang mengalokasikan persentasi lebih untuk pimpinan. Gaji tinggi. Fasilitas mewah. Tapi semua di declare, bukan secara sembunyi sembunyi. Ini kan ibarat anggota DPR menyetujui kenaikan gaji buat anggota DPR, yang mana ini duit rakyat, bukan seperti ACT yang partikelir. Kenapa mendadak dibubarkan oleh Muhajir ? Apakah layak sampai segitunya dibubarkan lembaga kemanusiaan ini ? Kalau bicara membubarkan, logikanya Kemensos lebih layak untuk dibubarkan. Lha wong selama pemerintahan jokowi 2 menterinya terlibat kasus korupsi uang negara, bukan uang ummat seperti ACT. Kan lebih parah tho ini ? Kemaren dengan gagahnya PPATK menduga ada dana ACT dialirkan untuk terorisme. Wueh..hebat temuannya. Tapi, kemana PPATK ketika juliari atau kader partai korupsi ? Kenapa nggak selidiki atau berani ungkapkan aliran dana korupsi, apakah sampai partai tertentu atau ketua partai tertentu ? Memang repot kalau nasib negara ini bila yang seharusnya menjadi alat negara berubah menjadi alat kekuasaan. Dari situlah dimulainya kehancuran suatu negara. Saya masih ingat ketika salah satu pembantu Presiden Amerika bisa bilang NO kepada atasannya itu. Karena mereka punya jiwa kebangsaan. Yang dibela dan dijunjung adalah negara, bukan atasan penguasanya.
Komentator Spesialis
Dana operasional ACT terhitung biasa. Coba cek lembaga nirlaba Unicef Indonesia. Mereka potong 28%. 5% untuk admin dan operasional + 23% untuk fund raising. Bagaimana organisasi nirlaba lainnya seperti Sampoerna foundation, Tanoto dll. ? Berani nggak dibuka semua ? Jangan cuman ACT saja. Biar ketahuan faktanya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi