Kedua, materi yang menjadi subjek sumpah—dalam ayat di atas adalah masa atau waktu—memiliki makna yang sangat istimewa dan harus kita cermati petunjuk-Nya.
Ketiga, berbagai pelajaran dari Allah yang disebut setelah sumpah itu memiliki bobot yang istimewa.
Masa atau waktu harus menjadi faktor yang tak boleh lepas dari ingatan kita. Jangan sia-siakan penggunaannya. Waktu kita hidup di dunia sangat terbatas. Tiap orang memiliki “jatah” masing-masing, berapa lama tinggal di dunia.
Lihat di sekitar kita, betapa banyak orang yang suka membuang-buang waktu. Sebagian, terlampau sering bersantai, bercakap-cakap dalam nuansa senda gurau belaka. Tak jarang, percakapan itu melantur tak tentu arah serta malah menjadi pemicu pertengkaran dan permusuhan.
Waktu tak pernah salah. Manusialah yang salah jika mempergunakannya secara tak tepat. Sebaliknya, waktu sangat bermanfaat jika kita gunakan untuk hal-hal yang berfaedah bagi posisi kita sebagai hamba Allah; mengabadi kepada-Nya.
Waktu, jangan disia-siakan. Masa, jangan ditelantarkan. Nasib kita sangat ditentukan oleh penggunaan waktu, sebagaimana tersurat dalam Surah al-’Ashr di atas.
Berikut ini sekadar ilustrasi. Di waktu muda, harapan masih banyak. Ternyata, tidak semua yang kita bayangkan di masa awal-awal mewujud sesuai dengan harapan. Di kala berusia lanjut, sebagian baru sadar bahwa manusia memang makhluk yang lemah. Perhatikan ayat ini: ….. dan manusia dijadikan bersifat lemah (QS An-Nisa` [4]: 28).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi