Keempat, segera setelah mendapat nasihat yang baik, amalkanlah dengan sepenuh kesabaran.
Sungguh, inilah potret dari orang yang tak merugi yaitu orang yang:
1) Selalu terbimbing dalam pelukan iman.
2) Terpacu untuk terus beramal shalih.
3) Tak ragu-ragu untuk selalu dalam posisi nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran.
4) Sabar dalam menepati atau menjalani kebenaran.
Kembali ke Surah Al-’Ashr. Kalau dua orang shahabat Rasulullah Saw bertemu, belumlah mereka akan berpisah sampai salah seorang di antara mereka membaca Surah Al-’Ashr terlebih dahulu. Barulah, sesudah itu, mereka mengucapkan salam tanda berpisah. Hal ini, menunjukkan keutamaan QS Al-‘Ashr. Demikian, terang Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar mengutip keterangan Ibnu Katsir.
Terus, Terus!
Mari menunduk. Pertama, selalulah menggunakan waktu sebagai seorang hamba Allah yang istiqamah menjalankan syariat-Nya.
Kedua, agar perjalanan hidup kita selalu terkontrol, jangan pernah berhenti untuk bermuhasabah.
Ketiga, atas kedua usaha yang telah disebut sebelumnya, jadikan Surah Al-’Ashr sebagai sumber motivasi tiada henti. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi