Penulis percaya bahwa dalam rangka transparansi lembaga sosial, laporan tahunan pastilah diaudit. Dan dengan mendapatkan status wajar tanpa pengecualian (WTP) maka umumnya publik sudah akan mempercayainya. Tetapi apakah isu kepercayaan (trust) cukup hanya dengan status WTP diatas. Kita tahu lembaga seperti Arthur andersen itu punya nama yang sangat kuat sebagai kantor akuntan publik dunia, ternyata juga bermasalah dengan enron pada sekitar awal tahun 2000an. Artinya Lembaga auditor masih juga melakukan tindakan kecurangan dalam operasional auditnya
Sehingga kita perlu memikirkan cara lain. Satu cara agar dapat meningkatkan transparansi dan presisi adalah dengan bantuan teknologi. Argumennya adalah sebagai berikut. Kalau kita menghitung perkalian suatu nilai jutaan dengan nilai jutaan yang lain dengan cara manual maka dari sisi durasi waktu penyelesaian tentu menghitung manual lebih lama daripada menghitung dengan kalkukator. Dan juga dari sisi keakuratan hasil maka tetap teknologi (kalkulator) menjadi pilihan. Proses menghitung manual berpotensi ada kesalahan. Dengan kalkulator hampir tidak ada kesalahan dalam proses penghitungan.
Kita sekarang berada dalam era teknology, salah satu tulisan penulis dengan bimbingan penulis (nama: Masrizal) yang telah terpublish di journal berindex SCOPUS (nama journal : Journal of Islamic Marketing 2022 yang berjudul “Determinant Factor of Crowdfunders’ behaviour in Using Crowdfunding waqf model in Indonesia: two competing Models” juga menyatakan bahwa technology harus menjadi perhatian bagi para nazhir di Indonesia. Penelitian ini sejalan dengan usaha perwakafan kita untuk terdigitalisasi dalam operasionalnya yang ujung ujungnya adalah meningkatkan transparansi kepada masyarakat luas
Lalu bagaimana teknologi bisa menambah arau meningkatkan transparansi. Jawabannya adalah dengan teknologi blockchain. Penulis sudah sedikit membahas ini dalam pidato pengukuhan 3 tahun lalu yang juga sudah diupload di youtube.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi